Penguatan IHSG dan rupiah ini karena mengikuti hijaunya pasar saham di Asia yang merespons positif penurunan suku bunga global termasuk the Fed 0,5% menjadi 1%.Β Β Β Β Β Β
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Kamis (30/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 58,780 poin (5,25%) menjadi 1.172,404.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 36.655 kali, dengan volume 2,027 miliar unit saham, senilai Rp 1,164 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 30 saham turun dan 27 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 5.500, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 110 menjadi Rp 1.220, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 90 menjadi Rp 1.010, Astra Internasional (ASII) naik Rp 700 menjadi Rp 7.800, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.290 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 200 menjadi Rp 2.400.
IHSG mengikuti pengguatan bursa saham Asia yang sesi siang ini kompak ke teritori positif seperti Hang Seng naik 10,11%, KOSPI naik 12,7%, Nikkei naik 8,91%, Shanghai naik 1,16%, STI Singapura naik 6,96% dan Taiwan naik 6,24%.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan dengan kebijakan 10 langkah pemerintah diharapkan bisa mengurangi irasionalitas dalam kebutuhan valas.
"Itu saja yang kita jaga agar tidak bergejolak, juga hilangkan transaksi-transaksi penggunaan valas yang irasional bisa dengan BUMN yang harus lapor, transakksi ekspor yang masuk ke tanah air juga, ya menghilangkan yang tidak perlu, kalau kita punya kemampuan devisa yang memadai, saya kira tidak perlu khawatir dengan pergerakan rupiah,' kata Anggito di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2008). (ir/qom)











































