Hal tersebut disampaikan Dirut PT Timah Wachid Usman di sela-sela acara Focus Group Discussion di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/10/2008).
"Volume penjualan untuk 2007 kita sekitar 58.000 tapi dengan kondisi seperti sekarang permintaan mungkin akan turun tidak seperti angka tahun lalu, jadi mungkin kisarannya sampai akhir tahun 50.000 ton," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan stok timah di London Metal Exchange (LME) hari ini tinggal 3.000 ton, padahal stok timah dunia harusnya 1.000 ton per hari, dengan begitu stok sebesar 3.000 ton cukup untuk tiga hari.
"Jadi yang bikin harga turun dan naik lagi karena adanya sentimen pasar bisa saja ada stok yang beredar di luar pasar tapi tidak terdaftar sehingga ada pihak yang berani berspekulasi dengan harga rendah, tapi karena harga ini bukan fundamental maka harga bisa naik lagi," ujarnya.
Harga rata-rata timah pada minggu lalu sekitar US$ 11.000-12.000 per ton kini mencapai US$ 15.000 per ton. Wachid menilai harga timah masih bisa naik lagi. (ddn/ir)











































