Sedangkan pendapatan bersih meningkat 36% menjadi Rp 4,440 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 3,254 triliun.
"Tunas Group meraih hasil yang baik dalam sembilan bulan pertama. Situasi perdagangan diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun. Tapi permintaan di triwulan terakhir kemungkinan akan terpengaruh oleh semakin mengetatnya likuiditas dan melemahnya perekonomian," kata Dirut Tunas Ridean Anton Setiawan dalam siaran pers, Kamis (30/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan nasional mobil meningkat 47% menjadi 467.000 unit sementara Grup berhasil menjual 17.600 unit atau 27% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan nasional sepeda motor mencatat pertumbuhan 42% hingga mencapai 4,8 juta unit, sementara penjualan Grup meningkat 48% menjadi 103,600 unit.
Β
Volume pembiayaan konsumen Tunas Finance meningkat 14% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,568 triliun seiring dengan membaiknya permintaan di sektor otomotif. Laba bersih Tunas Finance sebesar Rp 87,7 miliar, termasuk keuntungan derivatif dan selisih kurs sebesar Rp 8,2 miliar, lebih tinggi 77% dibanding tahun lalu.
Keuntungan atas derivatif dan selisih kurs merepresentasikan keuntungan akuntasi yang berasal dari penyesuaian terhadap nilai pasar dari beberapa kontrak derivatif untuk tujuan lindung nilai atas risiko kerugian dari fluktuasi mata uang asing dan suku bunga pinjaman Grup dalam mata uang dollar Amerika.
Keuntungan tersebut belum terealisasi dan merupakan penyesuaian atas sebagian kerugian yang diakui pada tahun 2006. Pada Juli 2008, Tunas Finance membayar utang Obligasi III Seri C sebesar Rp 100 miliar. Pada September 2008, pemegang saham Tunas Ridean menyetujui penjualan 51% saham Tunas Finance kepada Bank Mandiri. Saat ini penjualan saham tersebut masih menunggu persetujuan dari regulator dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini. (ir/qom)











































