Perubahan auto rejection batas atas diterapkan mulai perdagangan 31 Oktober 2008. Sedangkan batas auto rejection bawah tidak berubah alias tetap 10%.
Sejak krisis finansial global ikut melanda pasar dalam negeri, BEI per 12 Oktober 2008 mengubah auto rejection dari semula 30% untuk batas atas dan bawah menjadi 10%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal pelaku pasar memprediksi IHSG pada akhir pekan Jumat (31/10/2008) masih mampu bertahan positif. Namun tetap diingatkan untuk hati-hati karena fluktuasi di pasar global dan regional belum berakhir.
Seperti pada pembukaan perdagangan saham Jumat, indeks Nikkei turun tipis 0,79% atau 71,54 poin ke posisi 8.958,22. Investor di Jepang masih menunggu keputusan bank sentral Jepang siang ini yang kemungkinan akan menurunkan suku bunga.
Indeks saham di Korea, KOSPI juga dibuka turun 0,1% atau 1,58 poin menjadi 1.083,14 setelah sehari sebelumnya sempat melonjak hingga 12%. Saham di Australia yakni S&P/ASX200 juga dibuka turun 0,6% atau 23,6 poin menjadi 3.977,5.
Sementara saham-saham di Wall Street menguat setelah the Fed dan bank sentral di berbagai belahan dunia ikut menurunkan suku bunga. The Fed juga menjalin kerjasama swap dengan Brasil, Meksiko, Korea Selatan dan Singapura.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (30/10/2008), indeks Dow Jones menguat 189,73 poin (2,11%) ke level 9.180,69. Nasdaq menguat 41,31 poin (2,49%) ke level 1.698,52 dan Standard & Poor's 500 naik 24 poin (2,58%) ke level 954,09.
Investor di Wall Street tak terlalu memperdulikan data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III-2008 yang menunjukkan penurunan menjadi 0,3%. Padahal pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2008 masih mencatat pertumbuhan 2,8%. Ini adalah pertumbuhan negatif untuk pertama kalinya sejak kuartal IV-2007, saat ekonomi hanya tumbuh 0,2%.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (30/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 60,239 poin (5,41%) menjadi 1.173,863.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks menguat 60 poin atau 5,4% ke posisi 1.173 mengikuti bursa Asia yang euphoria pemotongan suku bunga mengikuti The Fed yang memangkas fed fund rate 50 bps menjadi 1%. Bank Sentral Hongkong mengikuti dengan memotong suku bunganya 50 bps menjadi 1,5% sedangkan China turun 27 bps menjadi 3,6%, dan Taiwan turun 25 bps menjadi 3%.Β
Selanjutnya pasar akan menunggu keputusan Bank Sentral Jepang yang akan bersidang hari ini apakah menurunkan suku bunganya 25 bps menjadi 0,25% atau tetap bertahan di level 0,5%. Indeks dari indikator tehnikal seperti RSI memberikan signal golden cross sehingga timing yang tepat untuk mulai akumulasi. Keluarnya laporan keuangan yang cukup bagus dari beberapa emiten bisa menjadi sentimen positif untuk saat ini. Pergerakan indeks hari ini diperkirakan dikisaran 1.120-1.190 dengan pilihan saham: SMCB, BMRI, ASII, PTBA, dan BBCA.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin akhirnya berhasil keluar dari tekanan sentimen negatif dan menguat signifikan setelah selama 6 hari terakhir terus mengalami tekanan. Indeks ditutup menguat 5,4% ke level 1173,8 dengan trading value melewati Rp 2 triliun, pertama kali dalam seminggu terakhir. Sentimen positif berasal dari bursa global seiring penurunan Fed Rate yang juga diikuti oleh penurunan suku bunga pada beberapa bank sentral lainnya seperti Eropa, Australia, China dan Hongkong. Langkah serentak ini kembali diambil untuk mengatasi krisis likuiditas di sektor finansial dunia.
AS kemarin merilis data GDP 3Q08 yang turun 0,3% seiring menurunnya daya beli masyarakat, lebih baik dari konsensus pasar -0,5%. Investor juga menilai positif langkah pemerintah US yang akan segera mengalirkan dana bail out ke sektor perbankan pada minggu ini, sehingga membawa Dow kembali naik 2,1%, Nasdaq +2,5%, dan S&P500 +2,5%.
Berita positif juga datang dari pasar komoditi, meski harga minyak ditutup terkoreksi ke level US$65/barrel, namun mayoritas komoditi lainnya seperti Nickel, Timah dan CPO berhasil naik. CPO membukukan kenaikan paling signifikan dengan naik sekitar 8%.
Sementara dari bursa Asia, Nikkei dibuka melemah sekitar 3% akibat aksi profit taking yang terjadi dan investor masih menunggu keputusan dari BoJ terkait potensi penurunan suku bunga. Aksi profit taking juga mendera bursa Asia lainnya seperti STI, AORD dan KOSPI.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak mixed seiring beragamnya sentimen dari bursa global. Aksi profit taking sangat mungkin terjadi hari ini, meski sentimen positif dari pasar komoditas, khususnya CPO akan membawa saham-saham CPO kembali rebound. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1140 - 1190.
(ir/ir)











































