Direktur Mobile-8, Anthony C Kartawira mengatakan dengan pailit Lehman maka kelanjutan transaksi swap menjadi tidak pasti. Mobile-8 melakukan transaksi swap dengan Lehman Brothers Special Financing (LBSF) yang besarnya kewajiban menurut Anthony, dapat diestimasi dari nilai marked to market (MTM) dari produk derivatif negatif US$ 9,7 juta.
"Sejak pailitnya Lehman kami tidak menerima update tentang estimasi MTM tersebut," kata Anthony dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Jumat (31/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan tidak akan mencatat transaksi tersebut sampai dengan adanya kepastian lebih lanjut mengenai transaksi ini," jelas Anthony.
Mengenai kerugian Mobile-8 yang melonjak pada semester I-2008 menjadi Rp 99,802 miliar menurutnya karena adanya penurunan pendapatan akibat ketatnya persaingan. Perusahaan juga harus mengeluarkan biaya ekspansi yang lebih besar dengan bertambahnya jaringan BTS per Juni 2008 sebanyak 1.450 BTS dibanding Desember 2007 sebanyak 945 BTS.
Kerugian yang dialami juga karena adanya kenaikan biaya bunga terutama bunga atas utang sewa pembiayaan seiring dengan adanya ekspansi perusahaan.
Jumlah utang yang masih outstanding saat ini sebesar Rp 675 miliar atas obligasi. Selain itu terdapat utang sebesar US$ 100 juta dimana sebagian besar dananya digunakan untuk pelunasan utang atas Lehman Commercial Paper Inc.
Mobile-8 juga mengalami perubahan pemegang saham dengan masuknya Jerash Investment Ltd yang kini menguasai 32% saham perusahaan. Jerash akan memimpin perseroan dalam melakukan restrukturisasi utang dengan pemegang obligasi. Perusahaan punya kewajiban untuk membeli kembali utang obligasi seharga 101% dari harga par. (ir/ddn)











































