Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa Bursa Efek Indonesia (BEI) Umi Kulsum mengatakan suspensi dilakukan karena adanya pemberitaan di media massa bahwa Grup Sinarmas, yang kini memiliki PT Smart Telecom, bernegosiasi dengan Grup Bakrie untuk membeli 20%-60% saham PT Bakrie Telecom Tbk pada harga Rp 200 per saham.
"Maka untuk mencegah terjadinya perdagangan yang tidak wajar terhadap sahamnya dan untuk memperoleh kejelasan mengenai informasi tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Bakrie Telecom Tbk di seluruh pasar," kata Umi dalam pengumumannya Jumat (31/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suspensi saham BTEL kemudian dicabut dan bisa bisa diperdagangkan lagi pada 18 Oktober 2008. Namun kini saham BTEL harus kembali masuk kotak suspensi.
Saat ini mayoritas pemegang saham BTEL yang merupakan operator telepon CDMA Esia masih dikuasai grup Bakrie. Harga terakhir saham BTEL sebelum disuspensi sebesar Rp 67 per saham. (ir/qom)











































