Pada perdagangan Jumat (31/10/2008), IHSG ditutup menguat 82,841 poin (7,06%) ke level 1.256,704. Indeks LQ 45 naik 18,587 poin (8,34%) ke level 241,352. Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi hingga 75.796 kali, dengan volume 6.629 juta lembar seham senilai Rp 6,688 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau kita melihat koreksi indeks di Dow dari level 14.000 menjadi 8.000 (sekitar -40%) namun indonesia dari level 2.800 menjadi 1.100 (sekitar -60%), sebenarnya yang krisis Indonesia atau Amerika?
Total trading value melonjak drastis Rp 6,7 triliunΒ (TS. BBIA sebesar Rp4,1 triliun) atau 3 kali lipat dari total trading value kemarin yang hanya Rp 2,2 triliun. Indeks melonjak tajam setelah aturan batas auto rejection 20% ditetapkan hari ini.
Selain itu sentimen positif dari kuatnya laporan keuangan emiten di Q308 yang naik cukup tajam memberi keberanian pada investor untuk kembali ke mengoleksi saham-saham pilihan di tengah potensi ancaman resesi tahun depan.
Sedangkan dari sisi eksternal sentimen positif muncul setelah beberapa bank sentral anggota G-7 menurunkan suku bunga, ECB 3.5%, Fed 1%, BoJ 0.5%. Laba beberapa emiten yang naik diantaranya PGAS +57%, GGRM +23%, LSIP 113.7%, ACES 147%, BMRI +24%, BBRI +17%, UNTR +89%.
(qom/qom)











































