Pada perdagangan Jumat (31/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 144,32 poin (1,57%) ke level 9.325,01. Nasdaq juga menguat 22,43 poin (1,32%) ke level 1.720,95 dan indeks Standard & Poor's 500 naik 14,66 poin (1,54%) ke level 968,75.
Investor mulai bersemangat setelah sebelumnya The Fed menurunkan suku bunga 50 basis poin, sehingga diharapkan akan terus memacu perbaikan krisis likuiditas di pasar. Harapan itu sekaligus menepis sentimen negatif melemahnya pertumbuhan ekonomi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan ini juga terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan turunnya tingkat belanja, yang memberi kontribusi dua pertiga bagi aktivitas ekonomi AS, meski pendapatan mereka naik 0,2%. Penurunan belanja konsumen ini adalah yang terbesar sejak Juni 2008.
"Investor menempatkan berita ekonomi negatif berlalu dibelakang mereka, dan melanjutkan aksi beli yang sudah terjadi sehari sehari sebelumnya," ujar Mark Fightmaster dari Schaeffer's Investment Research.
Seperti dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones tercatat telah menguat 11,3% sepanjang pekan ini. Persentase kenaikan sepekan itu adalah kinerja terbaik Dow Jones sejak Oktober 1974. Sementara S&P 500 juga naiki 10,5%, yang terbaik sejak Januari 1980 dan Nasdaq menguat 10,9%.
Namun jika ditotal selama Oktober, Dow Jones mencatat penurunan terburuk sejak Agustus 1998, S&P terburuk sejak Oktober 1987 dan Nasdaq terburuk sejak Februari 2001. (qom/qom)











































