Penjualan Saham BUMI Bukan Keinginan Keluarga Bakrie

Penjualan Saham BUMI Bukan Keinginan Keluarga Bakrie

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 07:14 WIB
Penjualan Saham BUMI Bukan Keinginan Keluarga Bakrie
Jakarta - Penjualan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 35 persen oleh PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) kepada Northstar ternyata bukanlah merupakan hal yang diinginkan oleh keluarga Bakrie.

Hal tersebut diucapkan juru bicara yang sekaligus Dirut BNBR Ari S. Hudaya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (3/11/2008).

"Penjualan saham BUMI jelas bukan hal yang diinginkan keluarga Bakrie, namun ini hal yang perlu dilakukan mengingat gejolak pasar keuangan dunia yang sedang terjadi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ari mengakui dalam tiga minggu terakhir pihaknya telah bekerja sangat keras dan telah mempertimbangkan beberapa pilihan untuk penjualan saham BUMI.

"Pada akhirnya pilihan kami jatuh kepada Northstar. Pilihan ini merupakan yang terbaik bagi kami atas dasar beberapa alasan. Pertama transaksi ini memungkinkan kami untuk membayar semua utang-utang kami. Lalu kedua Northstar adalah salah satu perusahaan private equity fund terbesar di dunia yang berkedudukan di Indonesia," ujarnya.

Lalu yang ketiga, lanjut Ari, Northstar mengenal dan mengerti BUMI serta industri batubara dengan sangat baik. Ditambah lagi sebenarnyaΒ  sudah ada pembicaraan beberapa waktu lalu untuk membawa Northstar sebagai partner permodalan.

Ari menambahkan BUMI juga masih diakui sebagai perusahaan terkemuka dengan aset-aset kelas dunia. Hal itu dapat dilihat dari ketertarikan para investor dalam beberapa minggu terakhir.

Meskipun Northstar sudah ditetapkan sebagai pembeli saham BUMI, Ari mengatakan tetap saja ada detail yang perlu dibahas lebih lanjut.

"Northstar telah meminta kami untuk menyelesaikan transaksi ini dan kami yakin bahwa transaksi ini merupakan yang terbaik bagi seluruh stakeholder BUMI," paparnya.

Bakrie & Brothers akhir pekan lalu mengumumkan kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk melepas 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 1,3 miliar. Northstar mengalahkan sejumlah penawar lain seperti San Miguel Corp dari Filipina, Tata Group dari India dan sejumlah BUMN.

Berbagai detail dari kesepakatan itu sendiri belum terungkap, termasuk harga per saham dan penyelesaian reponya. Untuk masalah harga per lembar saham, Ari dalam konferensi pers sebelumnya tak mau secara gamblang menjelaskannya.

Namun berdasarkan perhitungan detikFinance, angka penjualan US$ 1,3 miliar itu berarti sangat murah. Saat ini jumlah saham BUMI yang beredar adalah 19,404 miliar lembar saham. Jika dikalikan 35% dan selanjutnya angka itu menjadi pembagi dari angka penjualan US$ 1,3 miliar, maka didapat 0,1914 dolar AS untuk per lembar saham BUMI.

Jika menggunakan kurs sesuai dengan laporan keuangan semester I-2008 BUMI sebesar Rp 9.225 per dolar AS, maka harga saham BUMI hanya Rp 1.816 per lembar. Sementara jika menggunakan kurs penutupan Jumat (30/10/2008) Rp 10.800 per dolar AS, maka harga saham yang dijual sebesar Rp 2.067 per lembarnya.

Kedua asumsi kurs tersebut masih menggambarkan bahwa harga saham BUMI yang dijual ke Northstar Pacific masih lebih rendah dari harga pasar. Pada penutupan perdagangan Senin, 6 Oktober 2008, harga saham BUMI adalah Rp 2.175. Itu adalah harga terakhir, karena pada perdagangan Selasa, 7 Oktober, saham BUMI disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia hingga Jumat, 30 Oktober lalu.

Harga ini juga berarti jauh dibandingkan dengan harga tertinggi saham BUMI yang pernah mencapai Rp 8.500 per lembar pada 9 Juni 2008. Harga itu juga lebih rendah dari harga IPO sebesar Rp 4.500.

Mengenai si pembeli BUMI, Northstar Pacific, adalah sebuah perusahaan terafiliasi dari Texas Pacific Group (TPG). TPG merupakan sebuah perusahaan pengelola dana pensiun terbesar di AS, yang kini juga sudah menguasai Bank BTPN. Berdasarkan situsnya, TPG kini mengelola dana hingga US$ 50 miliar, atau hampir setara dengan cadangan devisa Indonesia. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads