Laba Jasa Marga Terangkat 307%

Triwulan III-2008

Laba Jasa Marga Terangkat 307%

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 07:53 WIB
Laba Jasa Marga Terangkat 307%
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat laba bersih pada kuartal III-2008 yang meningkat 307% menjadi Rp 554 miliar dari Rp 136 miliar pada periode yang sama tahun 2007.

Laba bersih ini ditopang oleh pendapatan yang meningkat 35% pada kuartal III-2008 menjadi Rp 2,497 triliun dari Rp 1,849 triliun pada periode yang sama tahun 2007.

Peningkatan pendapatan tersebut disebabkan karena adanya peningkatan volume kendaraan sebesar 2% pada periode tersebut dimana jumlah transaksi jalan tol
yang dikelola Jasa Marga meningkat dari 644 juta kendaraan di 2007 menjadi 657
juta kendaraan di 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Perusahaan Okke Merlina dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (3/10/2008).

"Penyesuaian tarif sebesar 12,4% di 2 ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga yaitu tol Jakarta-Cikampek dan tol Prof. Dr. Ir. Sediyatmo juga memberikan andil kepada peningkatan pendapatan di kuartal III-2008," tuturnya.

Okke mengatakan peningkatan pendapatan ini juga mempengaruhi laba operasional perseroan, dimana laba operasi perseroan meningkat menjadi Rp 1,095 triliun di kuartal III-2008 dari Rp 699 miliar pada periode yang sama 2007.

Selain itu Okke juga memaparkan progres pembangunan jalan tol baru yang meliputi Bogor Ring Road (11 km), Semarang-Sola (76 km), Gempol-Pasuruan (32 km), Serpong-Kunciran (11,2 km), Kunciran-Cengkareng (15,2 km) berjalan sesuai rencana.

"Diharapkan Kuartal II-2009 Bogor Ring Road tahap I (Sentul Selatan-Kedung Halang) sudah dapat dioperasikan," ujar Okke.

Dikatakan Okke selain 5 ruas jalan tol baru, perseroan juga akan menyelesaikan pembangunan JORR W2 (Ulujami-Kebon Jeruk) yang merupakan bagian dari JORR dan konsesinya sudah dimiliki Jasa Marga.

"Dalam membangun ruas ini kami mengajak BUMD DKI Jakarta yaitu PT Jakarta Propertindo untuk bekerjasama," imbuhnya.

Okke menambahkan meskipun kondisi pasar keuangan sedang kurang kondusif, perseroan tetap konsisten menjalankan proyek-proyeknya sesuai rencana. "Dalam hal pendanaan, selain dari dana internal juga didapatkan komitmen pinjaman dari perbankan nasional," katanya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads