"Saat ini adalah sebuah perubahan dramatis di industri kami dalam peta persaingan di lingkungan global. Kami akan berupaya mencari cara untuk tetap kompetitif dengan mengurangi biaya," kata Presdir Antam Alwin Syah Loebis dalam siaran pers, Senin (3/11/2008).
"Kami berencana untuk mengoptimalkan Smelter FeNi III tahun depan dengan merancang ulang smelter itu. Dengan kondisi pasar saat ini kami akan meningkatkan produksi feronikel tahun depan. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan keuntungan yang baik kepada pemegang saham," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun volume penjualan ferronikel naik 36% menjadi 12.616 ton namun karena harga nikel yang turun maka pendapatan penjualan nikel juga turun 24% menjadi Rp 5,560 triliun. Harga feronikel turun 38% menjadi US$ 11,29 per lb. Sedangkan penjualan emas meningkat 77% menjadi Rp 4,853 triliun.
Total aset Antam ikut turun 4% menjadi Rp 10,528 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
(ir/qom)











































