Investor menanti pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) untuk inflasi Oktober pada Senin siang ini. Inflasi Oktober diprediksi lebih rendah dari September yang sebesar sebesar 0,97 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (September 2008 terhadap September 2007) sebesar 12,14 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Senin (3/11/2008) IHSG menguat hingga 108,776 poin (8,66%) ke posisi 1.365,480.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, menguat 105 poin ke posisi 10.800 per dolar AS.
Perdagangan sesi siang mencatat transaksi sebanyak 43.047 kali, dengan volume 2,287 miliar unit saham, senilai Rp 1,202 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 13 saham turun dan 40 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 150 menjadi Rp 1.190, Timah (TINS) naik Rp 160 menjadi Rp 1.320, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 230 menjadi Rp 1.630, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 675 menjadi Rp 4.125 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 200 menjadi Rp 2.900.
Sementara bursa saham regional pada sesi siang ini kebanyakan menguat seperti Hang Seng naik 5,3%, KOSPI naik 2,26%, Shanghai naik 0,8% dan STI Singapura naik 4,83%. Bursa Korsel tercatat menguat, setelah pemerintahnya mengumumkan paket penyelamatan baru senilai US$ 11 miliar.
(ir/qom)











































