Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, aset BUMI memang sangat berharga. Sehingga sejak awal ketika BUMI akan dijual, pemerintah selalu mendorong para BUMN untuk ikut membeli BUMI. Namun sayangnya, menurut Sofyan, prosedur untuk pengambilan keputusan BUMN cukup panjang.
"Kita harus yakin bahwa semua berjalan dengan baik. BUMN bisa ikut serta nanti," jelas Sofyan ketika ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Senin (3/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua harus clean and clear, kalau tidak nanti BUMN repot. Jadi BUMN tidak bisa cepat, karena masih banyak masalah dan kami tidak punya uang sebegitu banyak. Oleh karena itu, ikutnya sebagian saja (dengan Northstar), tapi ada manfaatnya," jelas Sofyan.
Namun Sofyan enggan merinci apakah BUMN yang akan ikut serta dengan Northstar hanyalah PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PT BA) saja, sementara Antam dan Timah tidak ikut serta.
"Nanti deh kami umumkan, karena semua opsi masih terbuka yang penting due diligence-nya selesai dulu, dan nanti kalau nanti dinilai clean and clear dan menguntungkan, ya just do it...," jelas Sofyan.
Presdir BUMI Ari Saptari Hudaya dalam konferensi pers, Sabtu (1/11/2008) lalu memang tidak memberikan rincian anggota konsorsium Northstar Pacific, yang telah membeli 35% saham BUMI dengan harga US$ 1,3 miliar.
"Itu urusan pembeli," kata Ari. (qom/ir)











































