Pemerintah Masih Incar BUMI

Pemerintah Masih Incar BUMI

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 12:53 WIB
Pemerintah Masih Incar BUMI
Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) sudah menyerahkan 35% sahamnya di PT Bumi Resources Tbk ke Northstar Pacific. Namun pemerintah ternyata masih ingin BUMN memiliki BUMI, melalui aliansi dengan Northstar Pacific.

Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, aset BUMI memang sangat berharga. Sehingga sejak awal ketika BUMI akan dijual, pemerintah selalu mendorong para BUMN untuk ikut membeli BUMI. Namun sayangnya, menurut Sofyan, prosedur untuk pengambilan keputusan BUMN cukup panjang.

"Kita harus yakin bahwa semua berjalan dengan baik. BUMN bisa ikut serta nanti," jelas Sofyan ketika ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Senin (3/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama disampaikan Sofyan ketika ditemui di kantornya, Jalan Garuda, Jakarta. Menurut Sofyan, yang paling penting dari proses ini adalah semua prosesnya clear dan dilihat dulu hasil due diligence alias uji tuntas atas BUMI.

"Semua harus clean and clear, kalau tidak nanti BUMN repot. Jadi BUMN tidak bisa cepat, karena masih banyak masalah dan kami tidak punya uang sebegitu banyak. Oleh karena itu, ikutnya sebagian saja (dengan Northstar), tapi ada manfaatnya," jelas Sofyan.

Namun Sofyan enggan merinci apakah BUMN yang akan ikut serta dengan Northstar hanyalah PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PT BA) saja, sementara Antam dan Timah tidak ikut serta.

"Nanti deh kami umumkan, karena semua opsi masih terbuka yang penting due diligence-nya selesai dulu, dan nanti kalau nanti dinilai clean and clear dan menguntungkan, ya just do it...," jelas Sofyan.

Presdir BUMI Ari Saptari Hudaya dalam konferensi pers, Sabtu (1/11/2008) lalu memang tidak memberikan rincian anggota konsorsium Northstar Pacific, yang telah membeli 35% saham BUMI dengan harga US$ 1,3 miliar.

"Itu urusan pembeli," kata Ari. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads