Duta Graha Incar Proyek Bandara Kualanamu

Duta Graha Incar Proyek Bandara Kualanamu

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 16:39 WIB
Jakarta - PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) sedang mengikuti tender proyek pembangunan bandara Kualanamu, Sumatera Utara milik PT Angkasa Pura II. Penggarapan ditargetkan mulai dibangun tahun ini.

"Salah satu proyek yang sedang kami incar adalah proyek bandara Kualanamu. Saat ini sedang mengikuti tender," ungkap Corporate Secretary DGIK, Johan Halim dalam bincang-bincang di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (3/11/2008).

Nilai proyek pembangunan bandara Kualanamu ditaksir mencapai Rp 4 triliun. Sumber pembiayaannya berasal dari APBN sekitar Rp 2,3 triliun untuk publik sektor, sedangkan private sector yang ditangani Angkasa Pura II Rp 1,4 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pembangunan pondasi dan struktur selesai, nantinya akan dilaksanakan beberapa tender pekerjaan yang diharapkan sudah mulai berjalan Januari 2009, antara lain arsitektur bangunan terminal penumpang, mekanikal dan elektrikal, special equipment dan bangunan pendukung. Target pembangunan bandara baru ini diharapkan selesai secara keseluruhan dan dapat beroperasi penuh pada akhir 2009.

Sebelumnya, PT Waskita Karya telah ditunjuk menggarap pondasi bandara baru tersebut. Nilai kontrak untuk Waskita Karya Rp 125,7 miliar. Sementara DGIK akan mengikuti proyek pembangunan infrastruktur dan gedung.

Sayangnya, Johan enggan membeberkan nilai kontrak yang sedang diikuti oleh perseroan. "Angkanya belum bisa kami sebutkan. Selain karena tender belum kami peroleh, tidak etis saya sebutkan angkanya," jelas Johan.

Johan mengungkapkan, dalam tender tersebut perseroan ikut bersama beberapa perusahaan konstruksi lainnya. "Kalau proyek pemerintah biasanya tidak sendiri. Mereka biasanya tidak mau lepas penggarapan ke satu pihak saja," ujar Johan.

Tahun ini, DGIK menargetkan order book sebesar Rp 3,5 triliun dengan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,9 triliun. Hingga September 2008 order book sudah diperoleh sebesar Rp 2,9 triliun dengan kontrak baru sebesar Rp 1,3 triliun. Jadi sisa proyek yang masih dikejar perseroan selama triwulan IV ini sebesar Rp 600 miliar.

"Dari proyek-proyek tersebut, 70% adalah proyek pemerintah, sisanya proyek swasta. Kami memang memprioritaskan proyek-proyek dari pemerintah," ujar Johan.

Pendapatan DGIK hingga triwulan III-2008 sebesar Rp 936,4 triliun, naik 54,1% dari periode yang sama tahun lalu Rp 607,4 miliar. Laba bersih triwulan III sebesar Rp 42,9 miliar, turun 7,3% dari sebelumnya Rp 46,3 miliar.

"Penurunan laba bersih karena selama tahun 2008 terdapat kenaikan bahan-bahan material bangunan. Oleh karena itu terjadi peningkatan pos beban usaha," jelas Johan. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads