BEI: Grup Bakrie Harus Gelar Paparan Publik Pekan Ini

BEI: Grup Bakrie Harus Gelar Paparan Publik Pekan Ini

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 18:54 WIB
BEI: Grup Bakrie Harus Gelar Paparan Publik Pekan Ini
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendesak grup Bakrie segera menggelar paparan publik paling lambat pekan ini. Paparan publik penting agar suspensi 3 emiten Grup Bakrie tidak berlarut-larut.

"Pokoknya kita minta mereka segera gelar public expose, paling lambat pekan ini," tegas Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah di kantornya, SCBD, Senin (1/11/2008).

Menurut Erry, tujuan permintaan tersebut agar suspensi 3 emiten Grup Bakrie segera dapat dibuka dan tidak berlarut-larut dilangsungkan tanpa kejelasan. Pasalnya, rumor seputar terus-menerusnya suspensi grup Bakrie dilakukan telah muncul ke arah sentimen negatif yang bisa berdampak pada hilangnya kepercayaan masyarakat maupun investor pada BEI sebagai fasilitator pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita mau buka kalau public expose belum dilaksanakan? Apakah dengan menyampaikan keterbukaan informasi soal transaksi mereka pekan lalu sudah cukup?," tegas Erry.

Sementara Juru Bicara grup Bakrie, Dileep Srivastava ketika dikonfirmasi detikFinance siang tadi menyatakan bahwa paparan publik belum dapat dilaksanakan sebelum transaksi penjualan 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai finalisasi.

"Segera setelah transaksi ini selesai baru bisa dilakukan paparan publik. Mungkin minggu ini atau pekan depan," ujarDileep.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan BEI pada grup Bakrie jika tidak segera memberikan kejelasan, Erry tidak berkomentar lebih lanjut.

"Nggak bisa, pokoknya mereka harus gelar paparan publik minggu ini," tegas Erry.

Saham BUMI disuspensi sejak 7 Oktober 2008 bersama 5 saham lainnya PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Tiga emiten yang disebut terakhir, sudah kembali diperdagangkan sejak 17 Oktober lalu. Sedangkan BUMI, ENRG dan BNBR masih disuspensi oleh BEI.

Saham BUMI dibeli oleh Northstar Pacific yang terafiliasi dengan Texas Pacific Group, perusahaan investasi asal AS. Meski penjualan tersebut sudah terjadi, namun BNBR belum menerima dana penjualan saham Bumi, karena Northstar masih melakukan due diligence. Kabarnya, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) juga berencana membeli saham BUMI beraliansi dengan Northstar Pacific sebagai pemilik baru BUMI.

Pemegang saham repo BNBR juga masih menunggu nasibnya, atas pembayaran penjaminaan saham BUMI oleh BNBR.



(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads