Penguatan bursa saham Asia pada Selasa pagi ini juga memberikan sinyal pasar saham Asia termasuk Indonesia pada perdagangan Selasa (4/11/2008) masih bisa menguat.
Indeks Korea KOSPI naik 5,45 poin atau 0,48% menjadi 1.134,53, Nikkei Jepang naik 364,34 poin (4,25%) menjadi 8.941,32.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (3/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun tipis 5,18 poin (0,06%) ke level 9.319,83. Sementara Nasdaq menguat tipis 5,38 poin (0,31%) ke level 1.726,33 dan indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 2,45 poin (0,25%) ke level 966,30.
Pengumumkan inflasi Oktober sebesar 0,45% yang lebih rendah ketimbang inflasi September 0,97% memberikan sedikit sentimen positif ke pasar.
Turunnya inflasi ini membuat peluang suku bunga BI Rate turun dari posisi saat ini sebesar 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 6 November.
Keluarnya laporan keuangan emiten seperti perbankan dan tambang ikut membantu investor melakukan aksi beli.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin (3/11/2008) IHSG menguat 96,012 poin (7,64%) menjadi 1.352,716.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks rebound 96 poin (7%) menjadi 1.352 dipicu rendahnya inflasi Oktober yang mencapai 0,45%. Angka inflasi tersebut jauh dibawah inflasi Oktober yang mencapai 0,97%. Untuk inflasi year on year tercatat sebesar 11,77%, sedangkan year to date mencapai 10,96%. Rendahnya inflasi tersebut menjadi katalis penguatan sektor otomotif, perbankan dan properti. BI pada 6 November mendatang diharapkan hold atau memangkas suku bunga dari saat ini yang mencapai 9,5%. Secara teknikal penguatan lebih lanjut masih terbuka dimana MA 5 dan MA 10 makin mendekati terjadinya golden cross didukung oleh MACD dan F-Stochastic yang mengindikasikan belum masuk area overbought. Selanjutnya indeks bakal bergerak dikisaran 1.300-1.400 dengan pilihan saham: TINS, SMCB, ELTY, UNSP, dan PTBA.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin mencetak rekor penguatan terbesar sejak masuk dalam lembah bearish yang sempat membawa indeks ke level terendah sejak 3 tahun terakhir. Indeks membentuk 3 white soldier dengan penguatan 7,6% (+96 poin) ke level 1352,7. Dalam 4 hari terakhir, IHSG telah menguat lebih dari 21% dari titik terendahnya, seiring sentimen positif dari bursa Global yang juga mulai memperlihatkan reversal pattern. Rendahnya inflasi Okt (11,7% YoY) dan kebangkitan harga beberapa komoditas membuat indeks tetap bertahan dalam pola bullish jangka pendek.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam bergerak flat dengan likuiditas yang sangat kecil. Investor terlihat sedikit menghindari pasar sambil menunggu hasil ‘election’ 4 Nov mendatang. Produksi manufaktur US yang berada di level terendah sejak 26 tahun terakhir dan memburuknya kinerja produsen otomotif direspon flat oleh pasar. Dow -0,06%, Nasdaq +0,3% dan S&P500 -0,2%.
Bursa Asia pada pembukaan perdagangan hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Disinyalir aksi profit taking mulai merebak setelah rally selama 3 hari berturut-turut. Nikkei yang kemarin libur menguat +3,5%, KOSPI -0,9% dan AORD -1,5%.
Bursa Indonesia diperkirakan juga tidak bisa mengelak dari aksi profit taking yang sangat mungkin terjadi hari ini. Namun IHSG masih memiliki potensi menguat seiring momentum bullish yang masih cukup kuat. Sektor Telco’s, banking dan CPO Player kami perkirakan akan menguat hari ini, dan mining player mengalami profit taking. Rentang pergerakan indeks akan bergerak menguat terbatas di kisaran 1320 – 1370. (ir/ir)











































