"Salah satu agenda rapat adalah membahas suspensi mereka," ujar Komisaris BEI, Jhonny Dharmawan saat dihubungi detikFinance, Senin (3/11/2008) malam.
Selain itu, agenda rapat adalah membahas keadaan pasar modal dan isu-isu simpang siur yang sedang berkembang di kalangan pelaku pasar, termasuk rumor-rumor soal suspensi grup Bakrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jhonny, salah satu yang harus dipersiapkan adalah cara penyampaian informasi ke publik, terutama oleh direksi dan manajemen BEI.
"Kami harus menyusun cara penyampaian yang tidak memberikan celah munculnya sentimen negatif di pasar. Kami tidak mau melihat ada informasi yang menyebar namun selalu ditafsirkan negatif oleh pasar. Jadi ini perlu disusun dengan baik," jelas Jhonny.
Belakangan ini memang berkembang isu-isu yang masih simpang siur kebenarannya, terutama isu seputar grup Bakrie. Isu-isu yang belum jelas ini telah memunculkan efek domino yang baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada pasar.
"Inilah yang perlu diluruskan. Rapat akan membahas itu," ujar Jhonny.
Rumor Pembekuan Direksi BEI
Sehubungan dengan kabar adanya pembekuan direksi BEI, Jhonny mengaku belum mendengar adanya usulan dan rencana pembekuan direksi BEI.
"Soal itu saya belum tahu, karena saya juga tidak setiap hari di BEI. Namun belum tahu juga kalau dalam rapat direksi akan mengajukan usulan pembekuan tersebut," ujar Jhonny.
Beredar kabar yang mengatakan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah bakal mengajukan pembekuan direksi lantaran ada perpecahan dalam jajaran direksi. Kabarnya, perpecahan itu berawal dari bocornya berbagai informasi rahasia yang seharusnya hanya diketahui oleh jajaran direksi.
Akibat terjadinya kebocoran informasi tersebut lantas muncul ketidakpercayaan antar anggota jajaran direksi. Kabarnya, pertemuan beberapa direksi BEI, termasuk Erry Firmansyah kemarin sore Senin (3/11/2008) dengan Ketua Bapepam Fuad Rahmany, membahas mengenai usulan pembekuan direksi.
Sayangnya, Fuad tidak membalas pesan singkat yang dilayangkan detikFinance untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut.
Erry pun enggan membeberkan materi yang dibahas dalam pertemuan direksi BEI dengan Bapepam. "Tidak semua yang kami rapatkan bisa diketahui publik kan," elak Erry. (dro/ir)











































