Pada perdagangan valas pukul 09.50 WIB, Selasa (4/11/2008) rupiah melemah 200 ke posisi 11.100 per dolar AS.
Selama ini pasokan dolar AS hanya mengandalkan intervensi Bank Indonesia, namun BI pun kini lebih hati-hati melakukan intervensi agar tidak menguras cadangan devisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya permintaan dolar AS ini, menurut Farial, bukan karena pasar sedang panik atau asing banyak yang keluar. Tapi saat ini peran investor lokal juga ikut memicu pelemahan rupiah.
Saat ini, banyak importir dan korporasi yang membeli dolar AS untuk mengamankan biaya impor dan pembayaran utangnya. "Kalau tidak membeli dari saat ini mereka akan repot untuk membayar kewajibannya di akhir tahun, kalau asing sudah tidak begitu besar lagi keluarnya," ujar Farial.
Dia menilai posisi rupiah saat ini sudah tidak normal, dan menyayangkan sikap pemerintah dan BI yang hanya membuat kebijakan tidak nyata.
"Harusnya ada kebijakan repatriasi ekspor, karena bodoh kalau dana diparkir di Singapura," katanya.
Dia khawatir rupiah akan kembali menyentuh level 11.5000 per dolar AS pada pekan ini. Rupiah sempat melemah ke level 11.850 per dolar AS pada 28 Oktober 2008. Dibanding akhir 2007 ketika rupiah ada di level 9.390/US$, mata uang lokal ini telah melemah 17%.
(ir/qom)










































