Kenaikan ini didorong oleh tingginya harga rata-rata komoditas timah yang diterima perseroan.
"Harga rata-rata logam timah di LME (London Metal Exchange) cenderung meningkat dari US$ 16.055 per ton di awal tahun menjadi US$ 17.175 per ton di September 2008. Pada periode yang sama tahun lalu, harga rata-rata timah di LME sebesar US$ 13.933 per ton," ujar Corporate Secretary TINS, Abrun Abubakar dalam siaran persnya, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati volume menurun, namun kenaikan harga rata-rata timah yang diterima perseroan mendorong perolehan pendapatan konsolidasi perseroan. Hingga triwulan III-2008, pendapatan TINS sebesar Rp 6,894 triliun, naik 5% dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,583 triliun.
"Dari total nilai tersebut, Rp 6,355 triliun (92,2%) berasal dari logam timah, Rp 519,9 miliar (7,5%) dari batubara, Rp 11,3 miliar (0,2%) dari jasa eksplorasi dan sisanya Rp 8,2 miliar dari jasa galangan kapal," jelas Abrun. (dro/ir)











































