Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (4/11/2008) IHSG turun 7,225 poin (0,53%) menjadi 1.345,491.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 200 poin ke posisi 11.100 per dolar AS. Pasokan dolar AS yang minim tidak bisa mengimbangi permintaan yang tinggi dari hari ke hari.
"Pasokan dolar yang terbatas ini harusnya bisa diisi dengan dana hasil ekspor, tapi kenyataannya dana itu lebih banyak terparkir di Singapura karena dananya dijamin seluruhnya sehingga eksportir lebih nyaman menaruh dana di sana," kata pengamat valas Farial Anwar dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara investor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melakukan aksi ambil untung secara terbatas karena masih menanti peluang penurunan suku bunga BI Rate dari posisi saat ini sebesar 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 6 November setelah inflasi Oktober turun jadi 0,45%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 46.001 kali, dengan volume 2,311 miliar unit saham, senilai Rp 1,222 triliun. Sebanyak 47 saham naik, 97 saham turun dan 40Â saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 375 menjadi Rp 3.500, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 30 menjadi rp 1.640, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 5.200, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 1.130 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 menjadi Rp 6.250. Â
Sementara bursa saham Asia pada siang ini bervariasi seperti Hang Seng menguat 0,22%, KOSPI naik 0,9%, Nikkei naik 4,72%, Shanghai turun 1,66%, STI Singapura turun 1,44% dan Taiwan turun 1,22%. (ir/ddn)











































