BEI yang semula telah mengumumkan akan membuka suspensi saham BUMI mulai sesi I transaksi Rabu 5 November 2008, tiba-tiba membatalkan pencabutan suspensi tersebut.
"Pasar butuh kepastian, tapi manajemen BEI justru tidak konsisten terhadap keputusannya dan integritas BEI jadi pertaruhannya," kata Adler Manurung, Direktur Nikko Securities ketika dihubungi detikFinance, Rabu (5/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus paparan publik dulu baru dibuka suspensinya sehingga pelaku pasar tahu bagaimana mengambil keputusan investasi di saham BUMI, tapi ini belum paparan publik suspensi sudah dibuka," katanya.
Senada dengan Adler, Direktur PT Financorpindo Nusa Edwin Sinaga juga menyayangkan sikap BEI yang tidak konsisten ini.
"Tapi mungkin keputusan untuk tidak mencabut suspensi itu adalah keputusan yang terbaik di detik-detik terakhir," katanya.
Edwin sependapat jika pencabutan suspensi saham BUMI harusnya dilakukan pemaparan publik. "Saya juga heran kenapa semula diumumkan dibuka suspensinya, ada tekanan dari mana? Kemudian tidak jadi. Ada apa ini?," tanyanya.
Diakui Edwin pencabutan saham BUMI memang menimbulkan pro kontra. Di sisi lain ada pihak-pihak yang meminta agar suspensi segera dicabut karena pelaku pasar butuh likuiditas, tapi jika dibuka sahamnya akan jatuh karena masalah penjualan saham BUMI masih tidak jelas.
BEI semula memutuskan untuk memperdagangkan lagi saham BUMI meski perusahaan belum melakukan paparan publik pascapembelian 35% saham BUMI oleh Northstar Pacific.
"Dengan mempertimbangkan bahwa PT Bakrie & Brothers Tbk telah menyampaikan
penjelasan mengenai perjanjian jual beli saham dengan Northstar Pacific Partners Ltd di PT Bumi Resources Tbk, maka Bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan suspensi atas Perdagangan Efek PT Bumi Resources Tbk," kata Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Supandi, dalam pengumuman pembukaan suspensi Rabu (5/11/2008).
Bakrie & Brothers (BNBR) pada 1 November 2008 mengumumkan telah melakukan penjualan 35% saham BUMI kepada Northstar Pacific Partners Ltd yang masih terafiliasi dengan Texas Pacific Group senilai US$ 1,3 miliar.
Saham BUMI disuspensi sejak 7 Oktober 2008 karena masalah gadai saham. Sebelum disuspensi saham BUMI ada di level Rp 2.175 per saham.
Kronologi pembatalan pencabuatan saham BUMI.
- Sekitar pukul 08.00 WIB 5 November 2008 BEI mengumumkan melalui situsnya akan membuka saham BUMI mulai sesi I pukul 09.30 JATS transaksi Rabu 5 November 2008 di semua pasar.
- Pukul 09.15 WIB, berita menyebar di perusahaan sekuritas bahwa suspensi saham BUMI batal yang diumumkan melalui layar sistem perdagangan.
- Pukul 09.30 WIB terbukti saham BUMI tidak ada transaksinya di lantai Bursa.
(ir/qom)











































