Tentu saja Menteri Keuangan Sri Mulyani diam seribu bahasa. Tak sepatah katapun keluar dari bibir menteri yang baru saja mendapatkan 2 penghargaan sebagai Menkeu terbaik ini.
Wartawan yang mencegatnya setelah menunggu hasil pertemuan dengan Dirut BEI, para Ditjen dan Ketua Bapepam sejak pukul 10.00 WIB hanya bisa gigit jari. Dirut BEI Erry Firmansyah yang sudah keluar sebelumnya usai rapim di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (5/11/2008) juga tak mau berkomentar banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana kelanjutannya? "Nanti tunggu saja informasi lebih lanjut," ketus Erry sambil berlalu.
Jika secuil pernyataan masih keluar dari Dirut BEI, maka tidak secuilpun kata-kata keluar dari bibir Sri Mulyani. Saat dialihkan ke pertanyaan yang lain, Sri Mulyani pun menjawab dengan ogah-ogahan.
Apa komentar tentang terpilihnya Obama? "Bagus-bagus saja buat Indonesia," ujar Sri Mulyani sambil berlalu.
Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany yang diminta komentarnya, hanya meminta agar bersabar dulu karena akan memberi keterangan lebih lanjut.
"Nanti saja saya jelaskan, sabar dulu ya," ujar Fuad dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.
Padahal komentar pemerintah tentang permintaan pembatalan pencabutan suspensi BUMI sangat dinanti, setelah PT Bakrie and Brothers Tbk sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk membeli 35% saham perusahaan batubara terbesar di Indonesia itu.
Para pelaku pasar sebelumnya mengecam BEI yang dianggap tidak konsisten soal suspensi BUMI. BEI sebelumnya mengumumkan akan mencabut suspensi saham BUMI mulai sesi I, perdagangan Rabu ini. Namun hanya 10 menit menjelang pembukaan perdagangan saham dimulai, muncul kabar bahwa pencabutan suspensi BUMI dibatalkan.
Demi menyelamatkan BUMI? (qom/ir)











































