Meski rakyat AS antusias terhadap terpilihnya Barack Obama sebagai presiden AS namun investor melihat masih panjang jalan untuk keluar dari krisis finansial.
Alhasil, pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (5/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 486,01 poin (5,05%) ke level 9.139,27.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan Wall Street juga diikuti bursa saham regional, indeks Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini turun 5,66% atau 539,22 poin menjadi 8.982,02, KOSPI Korea turun 4% atau 47,72 poin menjadi 1.133,78. Sedangkan bursa saham Australia S&P/ASX200 turun 4% atau 172,1 poin menjadi 4.164,5.
Negatifnya bursa saham global ini membuat IHSG pada perdagangan Kamis (6/11/2008) sulit untuk menggapai level penguatan, meski pasar tengah mengantisipasi hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI.
Sentimen negatif juga muncul dari kekecewaan pelaku pasar terhadap intervensi pemerintah di saham BUMI yang membuat kepercayaan pasar terganggu.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (5/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,510 poin (0,26%) menjadi 1.366,275.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Penguatan lanjutan indeks tertahan di tengah bursa Asia yang menguat seperti Hang Seng naik 3,17% dan Nikkei naik 4,46% akibat aksi profit taking. Indeks selanjutnya menunggu momentum Rapat Dewan Gubernur BI yang diharapkan memangkas BI rate 25 bps menjadi 9.25%. Pergerakan hari ini diperkirakan mixed dikisaran 1.330-1.410 dengan pilihan saham: BBRI, BBCA, AALI, ANTM dan SMGR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin gagal meneruskan rallynya meski sentimen positif dari bursa global cukup kuat, dipicu pelemahan bursa Eropa pada sesi ke-2. Indeks ditutup melemah tipis 0.2% ke level 1366,27 setelah aksi profit taking terlihat cukup ramai dilakukan investor, khususnya pada sesi kedua. Saham-saham yang telah menguat signifikan kembali terkoreksi pada perdagangan kemarin, seperti ANTM, INCO, TINS, PGAS dan PTBA. Likuiditas di bursa terlihat mulai membaik seiring mulai terjaganya trading value di kisaran Rp2,3 triliun selama 5 hari terakhir.
Sementara bursa US kembali mengalami koreksi yang cukup dalam pada perdagangan semalam, setelah euforia kemenangan Barrack Obama berakhir. Investor kembali melihat ke data ekonomi US yang menunjukkan potensi kenaikan angka pengangguran. Indeks Dow turun -5,05%, Nasdaq -5,53% dan S&P500 -5,27% seiring investor melakukan profit taking setelah bursa US rally selama seminggu kemarin. Harga minyak yang kembali terkoreksi ke level US$65/barrel juga membawa harga komoditas lainnya seperti Nickel, Tin dan CPO kembali turun. Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa US. Nikkei -1,5%, KOSPI -3,5% dan AORD -3,5%.
Hari ini RDG BI akan memutuskan arah BI Rate akan turun atau tetap di level 9,5%. Market mengekspektasikan BI Rate akan bisa turun 25 bps ke level 9,25%. Sentimen ini akan sedikit mengurangi tekanan di bursa Indonesia, meski pada awal perdagangan akan terkoreksi seiring bursa Global. Saham-saham commodity related diperkirakan akan kembali terkoreksi hari ini, dan sektor banking dan property akan kembali naik seiring spekulasi penurunan suku bunga. Indeks diperkirakan akan bergerak melemah dengan rentang indeks pada kisaran 1300 - 1380.
(ir/ir)











































