Bakrie Harus Amankan Dulu Saham BUMI di Kreditor

Bakrie Harus Amankan Dulu Saham BUMI di Kreditor

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2008 09:05 WIB
Bakrie Harus Amankan Dulu Saham BUMI di Kreditor
Jakarta - Kepastian masuknya konsorsium Northstar Pacific dan Texas Pacific Group ke PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menunggu hasil penyelesaian gadai saham (repo) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

"Kelangsungan transaksi ini sangat tergantung pada kemampuan BNBR mengamankan saham-sahamnya di BUMI yang saat ini dipegang oleh sebagian besar kreditor-kreditornya," ujar ujar sumber detikFinance yang menangani dua konsorsium itu saat ditemui Rabu (5/11/2008) malam.

Sebelumnya dinyatakan nilai transaksi pengambilalihan 35% saham BUMI sebesar US$ 1,3 miliar. Namun finalisasi itu belum bisa dilaksanakan karena pembeli meminta waktu untuk due diligence.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Finalisasi transaksi dapat dilakukan setelah restrukturisasi utang BNBR dengan para krediturnya selesai," ujarnya.

Sumber tersebut menjelaskan, kebanyakan saham BUMI saat ini berada di tangan kreditor-kreditor BNBR melalui aksi gadai saham yang dilakukan sepanjang April hingga September lalu.

Oleh karena itu, baik harga transaksi per saham, persentase saham yang akan diambil maupun total nilai transaksi masih belum dapat dipastikan. Meskipun dalam penandatangan kerjasama Jumat (31/10/2008) telah disebutkan angka sebesar US$ 1,3 miliar.

"Jadi harga transaksi masih dapat berubah, tergantung hasil restrukturisasi mereka," jelas sumber tersebut.

Selain itu, terungkap bahwa Northstar Pacific juga menghendaki BUMI terbebas dari masalah-masalah pajak, konsesi tambang/kehutanan serta masalah-masalah dengan masyarakat setempat.

"Selama 1 tahun belakangan kita telah mendengar BUMI memiliki masalah-masalah tersebut. Kami tidak mau ikut menanggung masalah-masalah BUMI setelah finalisasi transaksi nanti," ujarnya.

Untuk itu, Northstar telah menunjuk UBS sebagai penasihat keuangan untuk melakukan penilaian mendalam terhadap kinerja fundamental BUMI.

"Kami ingin menyatakan bahwa transaksi ini murni bisnis yang dilakukan secara profesional. Sebagaimana mekanisme dalam transaksi bisnis profesional, kami ingin memastikan bahwa perusahaan yang akan dibeli baik-baik saja," ujarnya.

Sementara mengenai rencana masuknya 3 emiten BUMN dalam konsorsium tersebut, sumber tersebut belum dapat memastikan skema finalnya.

"Finalisasi susunan konsorsium sangat tergantung pada form final transaksi setelah due diligence selesai. Apakah mereka mau masuk sendiri atau mau membeli melalui kami, kepastiannya masih belum ada," jelasnya.

BUMN-BUMN tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads