Pada perdagangan Kamis (6/11/2008), bursa-bursa utama Asia berguguran. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo menutup sesi pagi dengan penurunan hingga 541,06 poin (5,68%) ke level 8.980,18.
Sementara IHSG pada pukul 10.10 waktu JATS, merosot hingga 56,837 poin (4,16%) ke level 1.309,438. Sementara nilai tukar rupiah masih terpuruk di level 11.051 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan bursa-bursa Asia ini terjadi setelah kemarin Wall Street mencatat penurunan harga saham terbesar pascapemilu. Pada perdagangan Rabu (5/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 486,01 poin (5,05%) ke level 9.139,27.
Indeks Standard & Poor's 500 yang kemarin sempat menembus level 1.000, akhirnya kembali terpuruk 52,98 poin (5,27%) ke level 952,77. Nasdaq turun 98,48 poin (5,52%) ke level 1.681,64.
"Kebijakan yang mendukung, valuasi dan posisi tidak cukup untuk membawa rebound yang berkesinambungan di tengah pasar yang lebih berisiko," jelas Jan Loeys, head of global asset JP Morgan seperti dikutip dari Reuters.
"Kita telah melihat rally dari pasar yang 'bearish' yang akan segera tertutupi oleh realitas memburuknya kondisi perekonomian," imbuhnya. (qom/ddn)











































