Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Kamis (6/11/2008) rupiah menguat 5 poin ke posisi 10.845 per dolar AS. Â
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono menyatakan acuan untuk menentukan BI Rate selalu inflasi. BI melihat inflasi memang mulai cenderung menurun meskipun masih pada level yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu yang patut terus BI jaga dan monitor dengan cermat adalah dampak dari depresiasi rupiah. "Karena dia satu-satunya sekarang yang akan membawa inflasi ke atas," ujarnya.
Namun meskipun ada depresiasi, dampak dari nilai tukar ini tidak terlalu besar. "Karena kita sudah menyesuaikan pada kondisi yang baru. Beberapa bulan yang lalu kita masih tinggi karena impor kita tinggi, tapi sekarang impor kita sudah cenderung menurun. Sehingga dampak dari depresiasi nilai tukar diharapkan tidak terlalu besar," ujarnya.
Â
Sementara mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong menguat 0,01%, rupee India melemah 0,68%, yen Jepang menguat 0,34%, peso Filipina melemah 1,08%, dolar Singapura menguat 0,06%, bath Thailand melemah 0,09%.
(ir/qom)











































