Keempat bank itu adalah DBS bank Ltd, Economic Development Canada, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UJF, dan Chinatrust Commercial Bank, Ltd. Dalam hal ini, PT Bank DBS Indonesia juga bertindak sebagai facility agent pinjaman tersebut.
"Kami sangat senang dengan dukungan yang diberikan keempat bank tersebut, di tengah situasi keuangan yang sangat labil. Kami pun percaya mereka dapat menjadi mitra bisnis yang tepat dalam upaya XL melanjutkan pengembangan usaha," kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dalam siaran pers, Jumat (7/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasnul mengatakan, di tengah krisis keuangan global dan kekhawatiran yang muncul, XL telah muncul menjadi satu dari sangat sedikit perusahaan di Indonesia yang berhasil mendapatkan pinjaman dolar AS di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan dananya.
Menurut Hasnul, dengan berhasil ditandatanganinya pinjaman ini sekaligus sebagai pengakuan kepada posisi kuat XL sebagai pemain utama industri telekomunikasi Indonesia, serta penegasan atas potensi pertumbuhan dan bisnis yang dimiliki.
XL adalah operator telekomunikasi selular terbesar ke-3 di Indonesia dengan rating BB- oleh S&P dan Ba2 oleh Moody’s. Saham XL dimiliki oleh TM International Bhd melalui Indocel Holding Sdn Bhd (83,8%), Etisalat melalui Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd. (16%) dan publik (0,2%).
(ir/ir)











































