Investor khawatir penurunan saham BUMI bakal menghambat proses transaksi dengan konsorsium Northstar Pacific-Texas Pacific Group.
"Sebetulnya kami inginnya suspensi BUMI jangan dibuka dulu. Karena kalau harganya anjlok terus, bisa-bisa menghambat penjualan ke Northstar. Kalau transaksi itu batal, uang kita tidak bisa kembali dong," ujar sumber detikFinance yang memegang repo BUMI saat dihubungi, Jumat (7/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan BUMI selama beberapa bulan ini sangat cepat. Sampai-sampai top up (penambahan aset saham gadai) tidak mampu mencukupi nilai semula. Kami khawatir pembukaan suspensi akan terus mendorong saham BUMI jatuh lebih dalam," keluhnya.
Ia menjelaskan, banyak pemegang repo BUMI kini sedang melakukan restrukturisasi ulang dengan institusi tempat mereka menerima repo. "Opsinya adalah jangka waktu jatuh tempo diperpanjang dan bunga ditingkatkan," ujarnya.
Ia juga berpesan agar proses due diligence antara konsorsium calon pembeli BUMI dengan induknya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) jangan diutak-atik dulu. Sebab jika transaksi itu sampai gagal, banyak pemegang repo akan kesulitan mendapatkan kembali uangnya.
"Jangan diutak-atik dulu lah. Kalau transaksi gagal, banyak investor ritel yang memegang repo BUMI bakal rugi besar," keluhnya.
Harga saham BUMI sejak dibuka suspensinya kemarin, Kamis (6/11/2008) terus anjlok tajam sampai kena penolakan otomatis (auto rejection) batas bawah berturut-turut. Tidak sampai 5 menit pembukaan perdagangan kemarin, BUMI langsung anjlok Rp 200 (9,19%) ke level Rp 1.975 dari sebelumnya Rp 2.175.
Pada pembukaan hari ini pun tidak jauh berbeda. Dalam 5 menit pertama langsung anjlok Rp 195 (9,88%) ke level Rp 1.780. Analis memprediksi penurunan harga BUMI bakal terjadi selama beberapa hari ke depan dan berpotensi menyentuh angka Rp 1.075.
Apa yang dikhawatirkan para pemegang repo BUMI sebetulnya wajar. Sebab nilai transaksi konsorsium Northstar-TPG sebesar US$ 1,3 miliar masih belum angka final. Klausul transaksi menyebutkan finalisasi transaksi tergantung pada hasil due diligence selama 28 hari sejak 31 Oktober 2008. Kemampuan BNBR mengamankan 35% sahamnya di BUMI yang saat ini dipegang oleh 10 institusi keuangan asing maupun lokal sangat menentukan angka akhir nilai transaksi tersebut.
Kepastian transaksi US$ 1,3 miliar sangat penting bagi pemegang repo BUMI. Sebab utang repo BNBR ke 10 kreditur tersebut mencapai Rp 12,73 triliun.
"Kalau ternyata transaksi jauh lebih rendah dari itu, BNBR akan kesulitan melunasi utang-utangnya, termasuk pelunasan repo di tingkat ritel," ujar sumber tersebut.
(dro/ir)











































