Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil usai Salat Jumat di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/11/2008).
"Melihat dana milik BUMN yang akan membeli BUMI saat ini tidak bisa jadi mayoritas, hanya sedikit sekali," katanya.
Menurutnya, yang paling penting adalah BUMN tersebut bisa mendapat nilai tambah setelah membeli sebagian saham salah satu anak usaha milik Grup Bakrie tersebut.
"Sementara jadi minoritas tidak apa-apa, yang penting dapat nilai tambah. Selanjutnya kita lihat kondisi pasar saja," imbuhnya.
Ia juga belum bisa memastikan apakah nantinya BUMN tersebut dapat menempatkan satu direksi atau komisaris di Bumi.
"Itu tergantung BUMN-nya, kita tidak bisa intervensi masalah detail. Hanya mengontrol saja, tidak ada campur tangan langsung," jelasnya.
Saat ini grup Bakrie sedang melakukan negosiasi penjualan 35% saham BUMI kepada konsorsium NorthStar Pacific dan Texas Pacific Group dengan harga US$ 1,3 miliar. Kabarnya BUMN yang akan ikut membeli saham BUMI masuk dalam konsorsium ini.
(ang/ir)










































