Diversifikasi Energi, Asahimas Investasi US$ 2 Juta

Diversifikasi Energi, Asahimas Investasi US$ 2 Juta

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2008 16:37 WIB
Diversifikasi Energi, Asahimas Investasi US$ 2 Juta
Jakarta - PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) investasi US$ 2 juta untuk mengganti teknologi pembakaran dari sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak menjadi gas. Penghematan biaya energi mencapai 20%.

"Kami telah menghabiskan dana sekitar US$ 2 juta untuk menerapkan teknologi pembakaran gas," kata Direktur AMFG, Prasetyo Aji dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Jumat (7/11/2008).

Ia mengungkapkan, dengan menggunakan teknologi tersebut, perseroan bisa menghemat biaya energi hingga 20%.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya kami menggunakan bahan bakar minyak, dengan gas kami mendapatkan kalori pembakaran yang lebih bagus, dan proses pembakaran juga lebih stabil, kami hitung potensi penghematannya sekitar 20%," ujarnya.

Perseroan memiliki empat tungku pembakaran yang tersebar di tiga pabrik yang berada di Ancol (Jakarta Utara), Cikampek (Jawa Barat), dan Sidoarjo (Jawa Barat).  Kapasitas masing-masing adalah sekitar 150 ribu ton per tahun. Ia menjelaskan kapasitas produksi perseroan hingga saat ini mencapai 570 ribu ton per tahun.  

Hingga saat ini perseroan belum berencana menambah kapasitas produksinya. "Tergantung kondisi ekonomi, memungkinkan atau tidak," ujarnya.

Mengenai kinerja, hingga triwulan III-2008, AMFG  membukukan penjualan sebesar Rp 1,714 triliun, naik 29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,347 triliun.  

Corporate Control and Finance AMFG Rusli Pranadi mengemukakan, kenaikan penjualan perseroan didorong oleh pertumbuhan sektor konstruksi yang mencapai 10-13% dan kenaikan penjualan otomotif nasional yang sebesar 30%.

Rusli mengatakan, kenaikan penjualan perseroan mendorong laba bersih pada periode yang sama tumbuh signifikan 111% menjadi Rp 205 miliar bila dibandingkan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 97 miliar.  

"Pertumbuhan penjualan dan laba bersih juga disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5% bila dibandingkan harga jual rata-rata 2007," tambahnya.

Mengenai proyeksi pendapatan dan laba bersih hingga akhir 2008, Rusli mengatakan, perseroan belum bisa memperhitungkan berapa besar hasil kinerja yang akan diperoleh.  

"Kami tidak bisa mengatakan kalau penjualan akan tetap naik 29% dan laba bersih tumbuh 111%, tergantung dari kondisi pasar," ujarnya.  

Untuk tetap menjaga pertumbuhan kinerja, perseroan akan melakukan berbagai efisiensi, menambah lini produk, dan menyesuaikan harga jual.  

"Kondisi ekonomi saat ini tidak bisa diprediksi, kami akan tetap mempertahankan pertumbuhan kinerja kami hingga akhir tahun ini," tambahnya. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads