IHSG Sepekan Menguat 6,5%

IHSG Sepekan Menguat 6,5%

- detikFinance
Sabtu, 08 Nov 2008 14:55 WIB
IHSG Sepekan Menguat 6,5%
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini bergerak menguat 6,5% mengikuti gerak bursa regional yang positif menyusul euforia terpilihnya Obama sebagai Presiden AS yang ke 44.

IHSG yang di awal pekan di level 1.256,704, pada penutupan akhir pekan Jumat kemarin (7/11/2008) naik ke posisi 1.338,360.

Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, Sabtu (8/11/2008) mengatakan di tengah situasi perekonomian global yang terpuruk, pasar berharap kebijakan baru dari Barrack Obama akan mampu menyelamatkan perekonomian global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disisi lain, beberapa data makroekonomi AS yang keluar pekan lalu (ritel, pengangguran) merefleksikan ekonomi, terutama pada triwulan IV-2008 masih akan melemah. Hal tersebut mendorong investor di AS merealisasikan keuntungan pada perdagangan Rabu (5/11/2008) dan Kamis (6/11/2008) lalu.
Β 
Sementara dari dalam negeri, BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 9,50%. Meski direspons negatif oleh pelaku sektor riil, akan tetapi pasar menilai langkah tersebut cukup tepat untuk memberikan sinyal bahwa tren naiknya suku bunga yang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu sudah akan segera berakhir. Seperti diketahui tren pemotongan suku bunga sudah dilakukan oleh bank sentral lain di seluruh dunia.

Di tengah kontroversi intervensi pencabutan suspensi oleh pemerintah, akhirnya pada hari Kamis (6/11/2008) BEI memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham BUMI. Antrean jual, seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, akhirnya mendorong saham ini anjlok hingga menyentuh batas bawah auto rejection. Sebagai salah satu index mover terbesar di bursa, tentu saja hal ini menjadi sentimen negatif.
Β 
Untuk pekan depan Panin memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif. Harga komoditas terlihat juga masih bergerak fluktuatif dalam tren melemah.

Perkembangan bursa regional serta pergerakan nilai tukar rupiah masih akan menjadi faktor utama penggerak bursa pekan depan. Terkait penurunan harga BBM jenis premium sebesar Rp 500, Panin menilai untuk jangka pendek penurunan tersebut belum akan terlalu berpengaruh secara langsung terhadap pasar. Disisi lain, Panin juga melihat beberapa saham emiten BUMN, masih cukup menarik untuk trading jangka pendek. Kisaran support-resistance untuk IHSG adalah 1.280-1.410. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads