Bagaimana IHSG Pekan Ini?

Bagaimana IHSG Pekan Ini?

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 06:39 WIB
Bagaimana IHSG Pekan Ini?
Jakarta - Setelah jatuh bangun pada pekan lalu, IHSG pada awal pekan ini berpotensi untuk menguat lagi. Namun ditengah suasana pasar global yang belum menentu, investor kemungkinan hanya akan melakukan aksi beli selektif.

Penguatan Wall Street di akhir pekan lalu diharapkan bisa menginspirasi lagi bursa-bursa regional, sehingga memberikan sentimen positif ke lantai Bursa Efek Indonesia.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS (7/11/2008) indeks Dow Jones naik 2,85% atau 248,02 poin ke posisi 8.943,81. Indeks teknologi Nasdaq naik 2,41% atau 38,7 poin menjadi 1.647,4 dan S&P 500 naik 2,89% atau 26,11 poin menjadi 930,99.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan pada perdagangan Senin (10/11/2008) ini, indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka naik 82,2 poin ke level 4.133,5 hanya dalam beberapa menit setelah perdagangan dibuka.

Bursa-bursa lain yang juga dibuka menguat adalah Nikkei-225 yang dibuka menguat hingga lebih dari 5% yakni 510 poin ke level 9.093,69. sementara indeks KOSPI Korsel dibuka menguat hingga 128,99 (1,50%) ke level 8.711,99.

Sementara IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (7/11/2008) IHSG menguat 30,463 poin (2,33%) menjadi 1.338,360. Sepanjang pekan lalu, lantai BEI diguncang kabar seputar pembatalan pencabutan suspensi PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Panin Sekuritas dalam review IHSG-nya menyatakan, dengan dibukanya suspensi, antrean jual membludak yang akhirnya mendorong saham ini anjlok hingga menyentuh batas bawah auto rejection. Sebagai salah satu index mover terbesar di bursa, tentu saja hal ini menjadi sentimen negatif.

Untuk perdagangan IHSG sepanjang pekan ini masih tergantung pada pergerakan bursa-bursa regional terutama Wall Street. Dan Wall Street pada pekan ini akan menantikan data penjualan ritel dan laporan keuangan Wal-Mart.

Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia akan mempublikasikan Tinjauan Kebijakan Moneter yang akan memberikan rincian dari perkembangan makro ekonomi pada 13 November mendatang. IHSG juga akan terus mencermati pergerakan harga minyak yang kini sudah turun tajam termasuk nilai tukar rupiah yang kini masih naik turun menembus 11.000 per dolar AS.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:


Perkembangan bursa regional serta pergerakan nilai tukar rupiah masih akan menjadi faktor utama penggerak bursa pekan depan. Terkait penurunan harga BBM jenis premium sebesar Rp 500, untuk jangka pendek penurunan tersebut belum akan terlalu berpengaruh secara langsung terhadap pasar. Disisi lain, beberapa saham emiten BUMN, masih cukup menarik untuk trading jangka pendek. Kisaran support-resistance untuk IHSG adalah 1.280-1.410.
eTrading Securities Bursa Indonesia selama pekan kemarin kembali bergerak volatile setelah pada awal pekan menguat signifikan hingga menyentuh level tertinggi 1.369,7 kemudian mulai terhempas aksi profit taking dan ditutup menguat 6,5% dari pekan sebelumnya di level 1.338,3.

Trading value pada pekan kemarin juga terlihat mulai pulih dengan rata-rata harian mencapai Rp2,3 triliun. Penguatan indeks pekan kemarin lebih ditopang oleh reboundnya beberapa saham komoditas seperti Timah, Nickel dan CPO. Sementara sektor banking terlihat masih under-perform setelah keputusan BI untuk menahan BI rate di level 9,5%. Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM pada Desember nanti juga memberi sentimen positif bagi bursa.

Sementara bursa hampir semua bursa global berhasil menguat selama pekan kemarin, seiring euforia 'election' di US dan langkah terpadu bank-bank sentral dunia yang menurunkan suku bunganya untuk menambah likuiditas di pasar.

Bursa AS sendiri pada pekan lalu kembali ditutup menguat. Investor diperkirakan akan lebih memantau data penjualan retail dan consumer spending di AS terkait krisis finansial yang telah menular ke sektor riil seiring naiknya angka pengangguran di AS.

Sementara bursa Asia pada perdagangan hari ini bergerak mixed dengan Nikkei dibuka menguat lebih dari 5% dan bursa Korea terkoreksi tipis. China menyatakan akan melakukan stimulus ekonomi senilai US$586 miliar disertai dengan insentif pajak untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan turut bergerak naik seiring dengan mayoritas bursa Asia. Kembali reboundnya harga-harga komoditas akan menjadi katalis kenaikan bursa pada perdagangan hari ini. Minyak dunia kembali berada di level US$64/barrel setelah sempat turun ke level US$ 59,9 pada akhir pekan kemarin. Sektor komoditas diperkirakan masih akan menggerakkan indeks dengan rentang pergerakan di kisaran 1.300 - 1.370.
Β  (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads