Tekanan Belum Jauhi Rupiah

Tekanan Belum Jauhi Rupiah

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 07:37 WIB
Tekanan Belum Jauhi Rupiah
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat 'memanas' sejak beberapa pekan terakhir mulai memasuki masa konsolidasi. Meski tekanan-tekanan dari luar masih saja ada, namun pergerakan rupiah akan lebih mulus.

Pada perdagangan Senin (10/11/2008), rupiah pukul 07.30 WIB masih stabil di level 10.850 per dolar AS, turun tipis 5 poin.

Meski dana-dana asing belum kembali ke tanah air, namun keputusan BI mempertahankan BI Rate di level 9,50% setidaknya mampu menahan laju pelemahan rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekonom Ryan Kiryanto mengungkapkan, salah satu ancaman rupiah adalah kebutuhan dolar AS yang sangat besar dari Amerika. Negara adikuasa itupun akan mencarinya dari pasar-pasar negara lain, melalui penerbitan surat utangnya.

"Banyak permintaan surat utang yang dicairkan di Amerika, maka dari itu banyak lembaga keuangan di Amerika yang harus menyiapkan dolar dalam jumlah cukup besar," ujar Ryan ketika dihubungi detikFinance.

Dengan begitu, Amerika mulai mencari kebutuhan dolarnya dari berbagai kawasan, tak terkecuali dari Indonesia. Selain itu, Ia mengatakan Amerika akan menerbitkan surat utang sebesar US$ 550 miliar untuk mem-bailout bank-bank investasi.

Ia mengatakan, tekanan dari luar ini akan sangat sulit dikontrol oleh pemerintah. "Kalau inflasi masih bisa ditahan BI Rate. Sekarang ini BI Rate berada di level berapa pun, tidak akan berpengaruh," imbuhnya. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads