Pada perdagangan Senin (10/11/2008), rupiah pukul 07.30 WIB masih stabil di level 10.850 per dolar AS, turun tipis 5 poin.
Meski dana-dana asing belum kembali ke tanah air, namun keputusan BI mempertahankan BI Rate di level 9,50% setidaknya mampu menahan laju pelemahan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak permintaan surat utang yang dicairkan di Amerika, maka dari itu banyak lembaga keuangan di Amerika yang harus menyiapkan dolar dalam jumlah cukup besar," ujar Ryan ketika dihubungi detikFinance.
Dengan begitu, Amerika mulai mencari kebutuhan dolarnya dari berbagai kawasan, tak terkecuali dari Indonesia. Selain itu, Ia mengatakan Amerika akan menerbitkan surat utang sebesar US$ 550 miliar untuk mem-bailout bank-bank investasi.
Ia mengatakan, tekanan dari luar ini akan sangat sulit dikontrol oleh pemerintah. "Kalau inflasi masih bisa ditahan BI Rate. Sekarang ini BI Rate berada di level berapa pun, tidak akan berpengaruh," imbuhnya. (qom/qom)











































