"Kami bersama teman-teman telah meminta pada BEI agar suspensi BUMI diberlakukan kembali sebelum masalah-masalah mereka selesai," ujar Direktur PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Senin (10/11/2008).
Menurut Edwin, permintaan tersebut dilakukan setelah para anggota bursa melakukan evaluasi perdagangan saham BUMI selama dua hari setelah dibuka suspensinya pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur PT HD Capital Tbk, Antony Kristanto ketika dihubungi juga menyatakan hal senada dengan Edwin.
"Ya kami meminta agar suspensi BUMI kembali dilakukan. Pertimbangannya karena masalah-masalah mereka belum selesai," jelas Antony.
Menurut Antony, apa yang terjadi pada gerak saham BUMI selama dua hari perdagangan pekan lalu tidak mencerminkan mekanisme perdagangan yang sesuai dengan prinsip pasar modal.
"Kalau kita lihat, selama dua hari perdagangan BUMI telah terjadi pembentukan harga yang tidak fair. Karena hanya dengan transaksi sekitar 900-an lot, harga langsung terbentuk anjlok," jelas Antony.
Kendati demikian, Edwin dan Antony mengatakan belum mendapat tanggapan dari BEI mengenai permintaan tersebut.
"Tanggapan dari BEI belum ada. Kita tunggu saja lah keputusannya hari ini. Kita lihat nanti BUMI diperdagangkan atau tidak," ujar Edwin.
Pada pembukaan perdagangan Kamis (6/11/2008), BUMI langsung anjlok Rp 200 (9,19%) ke level Rp 1.975 dari sebelumnya Rp 2.175. Pada perdagangan Jumat (7/11/2008), BUMI kembali anjlok Rp 195 (9,87%) ke level Rp 1.780.
Penurunan tersebut terjadi tidak sampai 5 menit pembukaan perdagangan. Banyak analis yang memprediksi harga BUMI dalam sepekan ini bakal anjlok ke level Rp 1.075, bahkan ada yang memperkirakan level terendah (bottom) harga BUMI bakal ada di level Rp 800.
(dro/ddn)











































