Pada perdagangan Senin (10/11/2008), saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dibuka langsung tumbang Rp 170 (9,55%) ke level Rp 1.610. Antrean jual masih tinggi dan kini tercatat 1.453.074 lembar. Sementara IHSG pada pukul 09.40 dibuka menguat 26,093 poin (1,95%) ke level 1.364,453.
Sejak suspensinya dibuka pada Kamis (6/11/2008), saham anak usaha Grup Bakrie ini memang tak lepas dari aksi jual. Begitu dibuka setelah disuspensi sejak 7 Oktober, saham BUMI langsung turun Rp 200 atau 9,2% di posisi 1.975 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham BUMI terus mendapat tekanan jual karena banyak pemegang sahamnya yang sedang kesulitan likuiditas sehingga memutuskan untuk cut loss atas investasinya di saham BUMI.
Pelaku pasar khawatir penurunan harga saham BUMI akan mempengaruhi harga divestasi perusahaan batubara itu. Saat ini yang sudah menyatakan akan membeli 35% saham BUMI dari Bakrie & Brothers adalah konsorsium Northstar Pacific dan Texas Pacific Group senilai US$ 1,3 miliar.
Harga saham BUMI Rp 1.610 per lembar ini berarti sangat jauh dari harga tertinggi yang dicapai BUMI sebesar Rp 8.500 per lembar pada 9 Juni 2008. Harga itu juga lebih rendah dari harga IPO sebesar Rp 4.500. Harga ini berarti jauh dari kesepakatan awal dengan Northstar Pacific yang sebesar 0,1914 dolar AS per lembar sahamnya. Jika menggunakan kurs sesuai dengan laporan keuangan semester I-2008 BUMI sebesar Rp 9.225 per dolar AS, maka harga saham BUMI hanya Rp 1.816 per lembar. Sementara jika menggunakan kurs Rp 10.800 per dolar AS, maka harga saham yang dijual sebesar Rp 2.067 per lembarnya.
(qom/ddn)











































