Penegasan tersebut disampaikan Dirut BEI Erry Firmansyah yang ditemui di kantornya, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (10/11/2008).
"Tanya ke yang minta dong. Waktu suspensi pasar baru kita buka, banyak yang kena auto rejection berkali-kali kenapa tidak diributin? Seperti Astra turun 10% berturut-turut dari belasan ribu sampai ke 7 ribu, tapi kok nggak ditanyain. Jadi nggak ada yang aneh sebenarnya," tegas Erry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak suspensinya dibuka pada Kamis (6/11/2008), saham anak usaha Grup Bakrie ini memang tak lepas dari aksi jual. Begitu dibuka setelah disuspensi sejak 7 Oktober, saham BUMI langsung turun Rp 200 atau 9,2% di posisi 1.975 per saham.
Pada Jumat (7/11/2008), saham BUMI juga anjlok dan terbentur auto rejection setelah mencatat penurunanΒ Rp 195 atau 9,87% menjadi Rp 1.780 per saham.
Dan pada perdagangan Senin (10/11/2008) ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dibuka langsung tumbang Rp 170 (9,55%) ke level Rp 1.610 dan terkena auto rejection lagi.
BEI sebelumnya sempat membatalkan pencabutan suspensi saham BUMI karena adanya permintaan pemerintah. Erry yang ditanya lagi siapa 'pemerintah' yang dimaksud, tetap enggak membeberkannya.
"Ya, itu kan sudah diumumkan, kita pakai pengumuman itu, tidak bisa lebih informasinya," ujarnya.
(qom/ddn)











































