IHSG pada perdagangan Senin (10/11/2008) ditutup naik tipis 2,321 (0,17%) ke level 1.340,681. Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 49.616 kali transaksi pada volume 2.204,3 juta lembar saham senilai Rp 1,655 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbatasnya penguatan indeks hari ini lebih disebabkan oleh aksi profit taking yang dilakukan investor dan tekanan jual pada saham INDF(-5,6%), AASI (-3,4%), AALI (-4%) dan ISAT (-1,9%). Trading value hari ini hanya sekitar Rp1,65 triliun yang menandakan investor masih ragu apakah indeks sudah memasuki trend bullish jangka panjang.
Sentimen positif hari ini datang dari langkah stimulus ekonomi yang dilakukan China dengan memberi insentif pajak sebesar US$586 miliar untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonominya. Nikkei +5,8%, HangSeng +3,5%, Shanghai +7,2% dan KOSPI +1,6%.
Penguatan indeks lebih dimotori oleh sektor finance dan konsumer, sementara sektor mining dan agri kembali menjadi lagging mover hari ini. Pelemahan sektor mining lebih dikontribusi oleh kembali 'mentok'nya saham BUMI pada hari ke-3 perdagangannya di level 1610 (-9,5%).
Beberapa saham yang membawa indeks menguat hari ini antara lain BBRI (+4,2%) ke level 3675, PTBA (+1,6%) ke level 6250, TLKM (+0,8%) ke level 6150 dan UNVR (3,2%) ke level 8000. (qom/qom)










































