Rapat Alot Membahas BUMI

Rapat Alot Membahas BUMI

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 21:36 WIB
Rapat Alot Membahas BUMI
Jakarta - Para pemangku kepentingan dan petinggi PT Bumi Resources Tbk yang menggelar pertemuan hingga 3 jam lebih belum juga usai. Rencana konferensi pers yang akan digelar pukul 19.00 WIB hinggaΒ  pukul 21.30 WIB belum ada tanda-tanda akan dimulai.

Rapat yang berlangsung di kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengenai perihal PT Bumi Resources Tbk, Senin (10/11/2008) ini dihadiri oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany dan juga Dirut BEI Erry Firmansyah.

Sementara dari pihak BUMI diwakili oleh Presdir BUMI Ari S Hudaya dan Direktur Keuangan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) Juanita Rohali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini belum jelas, topik yang akan disampaikan dalam konferensi pers yang
rencananya dilangsungkan pukul 19.00 di lantai 3 gedung eks Kementerian Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) itu.

Yang pasti, puluhan wartawan dan pewarta foto yang sudah berkumpul sejak pukul 18.00 pun belum mendapat kepastian mengenai kapan konferensi pers akan dimulai.

Namun besar kemungkinan rapat ini untuk membahas nasib saham BUMI yang sudah 3 hari berturut-turut terkena auto rejection batas bawah, semenjak suspensinya dibuka pada Kamis, 6 Oktober.

Akibat auto rejection dan tekanan jual yang masih tinggi, saham BUMI kini hanya tinggal Rp 1.610. Harga ini tentu saja jauh dari harga tertinggi yang pernah dicapai BUMI di kisaran Rp 8.500 per lembar.

Kejatuhan harga yang terus menerus ini dikhawatirkan mempengaruhi proses due dilligence yang dilakukan Northstar Pacific dengan pihak BNBR. Sebelumnya, BNBR dan Northstar telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi 35% saham BUMI senilai US$ 1,3 miliar atau pada harga saham BUMI sekitar Rp 2.067 per lembar.

Anjloknya saham BUMI ini juga sempat menyita perhatian Presiden SBY. Siang tadi, Presiden SBY secara khusus memanggil Menneg BUMN yang juga bertindak sebagai Menkeu ad interim untuk memberikan pemaparan seputar perkembangan saham BUMI. (ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads