Emiten-emiten besar AS itu diperkirakan akan mengumumkan kerugian terbesar, akibat lingkungan perekonomian yang tidak kondusif.
Pada perdagangan Senin (10/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 73,27 poin (0,82%) ke level 8.870,54.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual besar-besaran terutama terjadi di menit-menit terakhir. Saham-saham sebelumnya sempat menguat, mengikuti euforia penguatan saham-saham di bursa Asia, setelah China mengumumkan paket kebijakan fiskal besar-besaran.
Sektor finansial memberi kontribusi terbesar penurunan setelah analis Barclays Capital memperkirakan Goldman Sachs akan mengumumkan kerugian terbesar dalam sejarah akibat kejatuhan pasar finansial. Saham Goldman anjlok hingga 8%.
Sementara saham General Motors (GM) yang kini sedang berjuang untuk mendapatkan dana talangan, akhirnya terpuruk hingga level terendahnya dalam 62 tahun setelah Deutsche Bank menurunkan nilai sahamnya di GM jadi nol.
"Sangat buruk di luar sana dan tidak akan selesei besok hari. Sepertinya akan membutuhkan waktu beberapa saat," ujar Kurt Brunner, manajer portofolio dari Swarthmore Group seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/11/2008).
"Pembicaraan seputar Goldman, analisis tentang GM, ini adalah sebuah berita korporasi negatif hari ini. Investor masih sangat gugup," tambahnya.
Perdagangan saham di New York Stock Exchange masih saja sangat tipis dengan 1,14 miliar saham ditransaksikan, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,90 miliar. Sementara di Nasdaw, sebanyak 1,71 miliar lembar saham ditransaksikan, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,17 miliar.
(qom/qom)











































