IHSG Bisa Terjatuh Lagi

IHSG Bisa Terjatuh Lagi

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2008 07:10 WIB
IHSG Bisa Terjatuh Lagi
Jakarta - Sejumlah sentimen negatif kembali menaungi lantai Bursa Efek Indonesia. Melemahnya bursa-bursa regional dan minimnya sentimen positif membuat IHSG bisa terkapar lagi.

Pelemahan IHSG sebenarnya sudah mulai ditunjukkan sejak perdagangan Senin (10/11/2008) kemarin, saat IHSG maju mundur berjuang keluar dari teritori negatif. Namun IHSG akhirnya bisa ditutup naik tipis 2,321 (0,17%) ke level 1.340,681.

Sementara Pada perdagangan kemarin, saham-saham di Wall Street bergerak melemah karena sentimen negatif proyeksi laporan keuangan emiten. Pada perdagangan Senin (10/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 73,27 poin (0,82%) ke level 8.870,54.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks teknologi Nasdaq turun hingga 30,66 poin (1,86%) ke level 1.616,74, sementara indeks Standard & Poor's 500 melemah 11,78 poin (1,27%) ke level 919,21.

Sementara pada Selasa pagi ini, sejumlah bursa regional langsung melemah. Indeks S&P/ASX200 Australia turun 112 poin (2,17%) ke level 3.995,8. Nikkei-225 di Bursa Tokyo juga dibuka merosot 1,28% dan KOSPI turun hingga 1,7%.

Minimnya berita positif ditambah melemahnya bursa regional dan Wall Street akan memperlambat laju perdagangan saham di BEI pada Selasa (11/11/2008) ini.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

Panin Sekuritas:
 
Bursa regional Asia termasuk IHSG kemarin bergerak menguat menyusul sentimen positif dari diluncurkannya paket stimulus finansial oleh pemerintah China. Meski demikian profit taking yang terjadi sepanjang sesi 2, menyebabkan IHSG hanya naik tipis +0.17% pada akhir perdagangan. Para pemodal memilih merealisasikan keuntungan mengingat kondisi pasar yang masih sangat fluktuatif. Sementara hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed terbatas seiring dengan minimnya sentimen penggerak bursa. Dapat diperhatikan peluang trading pada saham pertambangan seiring dengan reboundnya harga komoditas. Kisaran support-resistance 1.310-1.370.
 
Optima Securities:
 
Indeks gagal  rally  mengikuti bursa  saham Asia seperti Nikkei-225 yang naik 5,8% dan Hang Seng 3,5%. Invesetor terlihat masih wait and see apalagi melihat perkembangan saham BUMI yang terus mengalami auto reject  sehingga nilai transaksipun terlihat sepi. Dari indikator F-stochastic masih memberi peluang indeks menguat dikisaran 1.290-1.370 dengan saham pilihan: PTBA, ITMG, UNTR, TLKM, dan  BBRI.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin bergerak menguat terbatas setelah aksi profit taking dilakukan investor pada sesi ke-2 perdagangan dan sempat membawa indeks berada di teritori negatif. Indeks berhasil menguat tipis 2,3 poin ke level 1340,6 dengan trading value hanya sekitar Rp1,65 triliun. Katalis penguatan indeks adalah sentimen dari bursa regional terkait paket stimulus sebesar US$586 miliar yang akan segera dikeluarkan China.

Sementara bursa US pada perdagangan semalam ditutup terkoreksi setelah pada awal perdagangan sempat menguat. Investor kembali khawatir tentang  pelemahan perekonomian US terkait langkah pemerintah untuk kembali menyuntikkan dana US$150 miliar untuk AIG. Dow -0,82%, Nasdaq -1,8% dan S&P500 - 1,2%. Pelemahan bursa Dow dikontribusi oleh pelemahan beberapa saham Big Cap seperti Google, General Motors dan Goldman Sachs dan Circuit City. Result 3Q08 emiten di US menunjukkan angka pelemahan kinerja yang sangat signifikan terkait kerugian di sektor finansial dan pelemahan daya beli masyarakat US. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia bergerak melemah seturut sentimen negatif dari bursa US. Nikkei -3,5%, KOSPI -2%, STI -2,2% dan AORD -4%.

Bursa Indonesia diperkirakan akan turut bergerak melemah seiring sentien negatif dari bursa Global dan Asia. Minimnya sentimen dari dalam negeri membuat indeks bergerak sangat volatile. Harga komoditas yang terkoreksi hari ini berpeluang menekan sektor mining dan agri. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1280 - 1360. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads