Pada perdagangan valas pukul 07.50 WIB, Selasa (11/11/2008) data CNBC menunjukkan rupiah melemah 50 poin ke posisi 10.900 per dolar AS.
Pelaku pasar melihat rupiah cenderung melemah hingga akhir tahun karena kondisi pasar finansial dalam negeri dan global yang belum stabil. Jadi jangan heran kalau rupiah berkali-kali menembus level 11.000 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang dolar AS tergelincir terhadap euro dan yen setelah muncul optimisme dari pengumuman China yang akan mengeluarkan paket stimulus ekonomi untuk memerangi kekhawatiran terhadap pasar finansial.
Euro pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (10/11/2008) menguat ke level 1,2748 dolar AS dibanding Jumat pekan lalu 1,2719 dolar AS. Begitu juga terhadap mata uang Jepang, dolar AS melemah ke posisi 97,99 yen dibanding Jumat pekan lalu 98,21 yen.
Mata uang tunggal Eropa itu sempat menguat ke 1,2930 dolar AS setelah China mengumumkan akan mengeluarkan dana 4 triliun yuan atau US$ 586 miliar selama dua tahun untuk memacu pertumbuhan domestik.
"Dampak dari paket stimulus itu justru dikhawatirkan akan membuat dana asing gagal menaikkan saham-saham di AS," kata Terri Belkas, analis di Forex Capital Markets.
Turunnya dolar AS juga karena pasar sedang fokus pada sentimen negatif dari perusahaan-perusahaan seperti Goldman Sachs dan General Motor yang sedang kesulitan likuiditas.
(ir/ir)











































