"Kerugian tersebut karena tingginya pesaing untuk produk tekstil yakni kain dan benang yang harus dihadapi perseroan," kata Presdir Eratex Djaja, Joseph Chan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (11/11/2008).
Perseroan melaporkan sejak tahun 2005 sampai September 2008 divisi tekstil yang terdiri dari pemintalan dan benang terus mengalami defisit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain divisi tesktil, perseroan juga memiliki divisi garmen yang kebanyakan produknya untuk kebutuhan ekspor ke AS, Uni Eropa dan Kanada.
Eratex membuat produk-produk garmen di AS untuk merek seperti: Ann Taylor, Mervyns, Banana Republic Men/Women, Perry Elis, Levi's, Reebok/Greg Norman, Gap/Old Navy, VF/FedEx/Kinko, Sears, Target, Uniqlo, Christopher & Banks, NYCO, CJ Banks, Limited.
Produk garmen untuk pasar Eropa seperti Esprit, DPP, Tom Taylor, VF/FedEx, C&A, Uniqlo. Kanada seperti Reebok/Greg Norman dan Jepang untuk merek Uniqlo dan Banana Republic. (ir/qom)











































