Adaro Tunda Ekspansi Finansial

Adaro Tunda Ekspansi Finansial

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2008 18:27 WIB
Adaro Tunda Ekspansi Finansial
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memutuskan untuk menghentikan sementara rencana ekspansi perseroan yang berhubungan dengan aspek financial lantaran kesulitan memperoleh fasilitas perkreditan.

"Sampai kami dapat melakukan evaluasi secara tepat terhadap dampak krisis finansial, kami akan tetap fokus pada bisnis inti perseroan, menjaga stabilitas kas, dengan terus menjalankan operasional usaha sesuai target produksi dan pendapatan," ujar Presiden Direktur ADRO, Boy Garibaldi Thohir dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/11/2008).

Oleh karena itu, hingga akhir tahun ini perseroan tidak akan melakukan rencana ekspansi. Namun tahun depan, perseroan tetap melanjutkan sejumlah proyek yang direncanakan, diantaranya adalah pembangunan infrastruktur. Menurut Boy, pembangunan infrastruktur 2009 dan 2011 telah sesuai dengan target dan rencana pengembangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk tahun 2011, perseroan masih mengkaji cara terbaik untuk mencapai rencana pengembangan. "Kami tetap yakin rencana ekspansi dan target jangka panjang tidak berubah," ujar Boy.

Mengenai kinerja hingga triwulan III-2008, Boy mengatakan bahwa perseroan telah mencapai produksi dan pendapatan sesuai target, termasuk penyelesaian masalah pembayaran royalti.

Hingga triwulan III-2008, perseroan memproduksi batubara sebanyak 28,7 juta ton, naik 6%, dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 27,2 juta ton. Dengan hasil tersebut, perseroan optimis mampu meraih target 2008 sebagaimana yang telah
direncanakan. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan produksi batubara mencapai 38,1 juta ton.

Mengacu pada posisi akhir triwulan III-2008, artinya 75% dari target yang harus dipenuhi.

"Kami tetap berada pada posisi sesuai dengan target untuk memproduksi 38-39 Mt batubara tahun ini," terang Boy.

Selama periode sembilan bulan pertama 2008 ini, Adaro juga telah mengikat tiga perjanjian jangka panjang pasokan batubara, dengan pelanggan internasional, sehingga mengamankan penjualan perseroan untuk tahun 2009.

Untuk rencana ekspansi 2009, berupa peningkatan produksi menjadi 42 hingga 45 Mt, perseroan telah menyiapkan lebih dari 90% kebutuhan alat-alat pertambangan dan pendanaan terkait. Perseroan juga telah mendapatkan pinjaman pendanaan untuk proyek 60 megawatt pembangkit listrik di mulut tambang. Pengerukan atas alur baru pada mulut sungai Barito oleh PT Sarana Daya Mandiri (SDM), dilakukan lebih cepat dari jadwal.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads