Saham GM Terendah dalam 65 Tahun

Saham GM Terendah dalam 65 Tahun

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2008 06:45 WIB
Saham GM Terendah dalam 65 Tahun
New-York - Saham General Motors (GM) terpuruk hingga level terendahnya dalam 65 tahun terakhir, setelah raksasa otomotif tersebut kini sedang berjuang mencari bantuan dari pemerintah AS untuk menghindarkan diri dari kebangkrutan.

Ditambah dengan sentimen negatif dari outlook perusahaan-perusahaan besar di AS yang kian buram, Wall Street pun lagi-lagi bergerak melemah.

Pada perdagangan Selasa (11/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 176,58 poin (1,99%) ke level 8.693,96. Indeks Teknologi Nasdaq juga turun 35,84 poin (2,22%) ke level 1.580,90 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 20,26 poin (2,20%) ke levl 898,95.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diskusi tentang nasib General Motors dan industri otomotif AS telah mendorong pikiran ke arah negatif. Saat ini, perasaan yang muncul adalah permintaan bailout kemungkinan akan lebih lama dan lebih rumit untuk diprioritaskan dan telah mengambil kepercayaan investor," ujar Patrick O'Hare, analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/11/2008).

Seperti dikutip dari Reuters, saham GM anjlok lagi hingga 13,1% menjadi 2,92 dolar. Harga saham GM bahkan sempat turun hingga 18% menjadi 2,76 dolar, yang merupakan level terendah sejak tahun 1943. Secara total, saham GM telah merosot hingga 40% sejak Jumat pekan lalu setelah mengumumkan kerugian besar selama kuartal III.

Saham-saham sektor komoditas juga masih menjadi tujuan untuk aksi jual. Kekhawatiran akan melemahnya pertumbuhan ekonomi bisa memicu penurunan kinerja sektor tersebut.

Saham produsen aluminium terbesar Alcoa turun tajam hingga 7% setelah mengumumkan pemangkasan produksi hingga 350.000 ton akibat melemahnya permintaan global.

Tyco International juga turun hingga 14,2% menjadi US$ 21,74 setelah memperingatkan bahwa perolehannya di tahun ini kemungkinan meleset dari perkiraan.

Demikian pula sektor ritel yang ikut kena sentimen negatif, setelah Starbucks mengumumkan proyeksi yang tidak baik. Saham Starbucks turun hingga 2% setelah mengumumkan labanya turun hingga 97%.

Saham American Express yang baru saja mendapat persetujuan untuk menjadi holding company perbankan turun hingga 6,6%.

"Ini seperti membuka kotak pandora. American Expres, mereka meminta uang, GM juga meminta uang. Orang mulai menyadari bahwa bailout ini akan menjadi lebih mahal ketimbang yang dipikirkan semula. Setiap orang minta sedekah, tapi siapa yang akan memberi?" ketus Ryan Detrick, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters.

Perdagangan juga masih tipis yakni di New York Stock Exchange hanya 1,23 miliar dan di Nasdaq hanya 1,93 miliar, dimana keduanya di bawah rata-rata tahun lalu. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads