Alhasil, pada perdagangan saham Rabu (12/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bervariasi dengan mengikuti pergerakan bursa regional dan global.
Investor hanya akan melakukan pembelian terbatas pada saham-saham unggulan karena masih berharap ada sentimen positif dari dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ย ย ย ย ย ย ย
Sementara bursa saham Wall Street lagi-lagi bergerak melemah karena sentimen negatif dari outlook perusahaan-perusahaan besar di AS yang kian buram.
Saham General Motors (GM) terpuruk hingga level terendahnya dalam 65 tahun terakhir, setelah raksasa otomotif tersebut kini sedang berjuang mencari bantuan dari pemerintah AS untuk menghindarkan diri dari kebangkrutan.
Pada perdagangan Selasa (11/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 176,58 poin (1,99%) ke level 8.693,96. Indeks Teknologi Nasdaq juga turun 35,84 poin (2,22%) ke level 1.580,90 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 20,26 poin (2,20%) ke levl 898,95.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (11/11/2008) IHSG turun 4,124 poin (0,31%) menjadi 1.336,557.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima securities
Indeks ditutup melemah tipis 4 poin (0,3%) ke level 1.336 mengikuti bursa Asia yang sedang koreksi seperti Hang Seng turun 4,7%, Kospi turun 2%, dan Nikkei turun 3%. Nilai transaksi yang kecil menandakan investor masih enggan masuk ke pasar menunggu sentimen positif. Indeks diperkirakan bergerak mixed terbatas dikisaran 1.300-1350 dengan pilihan saham: PGAS, BBRI, INCO, UNTR, dan ASII.
Panin Sekuritas
IHSG akhirnya ditutup melemah dalam perdagangan kemarin mengikuti pergerakan bursa regional yang tengah dilanda profit taking. Kembali munculnya kekhawatiran akan dampak resesi masih terus membayangi pergerakan bursa. Dari chart harian terlihat IHSG tengah berada dalam pola sideways. Minimnya sentimen positif menyebabkan indeks kehilangan momentum untuk rally lebih lanjut. Hari ini tekanan jual masih akan terjadi terutama pada saham pertambangan mengingat kemarin sore harga minyak dunia anjlok menembus level US$59/barel. Kisaran support-resistance 1.290-1.350.
ย
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin bergerak cukup terbatas dengan rentang hanya sekitar 25 poin, meski pada awal perdagangan sempat merosot ke level 1318. Indeks ditutup terkoreksi tipis 4,1 poin di level 1336,5 dengan turnover yang kembali kecil, hanya sekitar Rp1,63 triliun. Bursa Indonesia terlihat masih mengikuti pergerakan bursa regional seiring minimnya sentimen domestik yang mampu menggerakkan bursa. Rendahnya turnover kemarin menunjukkan investor masih menghindari untuk masuk ke bursa seiring belum pastinya arah pergerakan indeks.
Bursa US sendiri kemarin kembali ditutup terkoreksi terkait kekhawatiran pelemahan daya beli masyarakat akan berdampak langsung pada kinerja emiten consumer goods dan manufaktur. General Motors Corp. dikabarkan berpotensi bangkrut karena terus membukukan kerugian seiring jatuhnya permintaan mobil di US. Hal ini memberi tanda bahwa krisis di US telah menular ke sektor riil dan bukan lagi krisis finansial. Sentimen negatif juga datang dari anjloknya harga minyak di bawah level US$60/barrel seiring penurunan demand bensin di US. Dow -2%, Nasdaq -2,2% dan S&P500 -2,2%. Terkait hal ini, bursa Asia kembali dibuka melemah pagi ini, Nikkei -2%, KOSPI -2% dan AORD -0,6%.
Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan kembali bergerak melemah seturut bursa regional. Minimnya sentimen positif dan jatuhnya harga minyak yang disertai harga komoditas lainnya akan menjadi katalis penurunan indeks hari ini. Indeks yang terlihat resilient selama 2 hari terakhir meski regional terkoreksi tajam akan membayar โhutangโ penurunan selama 2 hari kemarin. Sektor mining, energy dan agri akan tertekan pada hari ini. Indeks diperkirakan akan coba menembus support kuat di 1300 dengan rentang 1280 โ 1350. (ir/ir)











































