IHSG Belum ada Tenaga

IHSG Belum ada Tenaga

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2008 07:57 WIB
IHSG Belum ada Tenaga
Jakarta - Pasar saham diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum ada tenaga besar untuk mencapai zona hijau karena banyaknya sentimen negatif.

Sentimen negatif itu terutama dari pergerakan bursa saham Wall Street dan regional yang belum juga cerah. Indeks Nikkei Jepang Kamis pagi ini dibuka anjlok 5,35% atau 465,43 poin menjadi 8.230,08.

Pelemahan Nikkei mengekor saham-saham di bursa AS yang kembali rontok. Investor mulai mempertanyakan nasib bailout US$ 700 miliar yang dinilai sudah jauh dari kesepakatan semula. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (12/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 411,30 poin (4,73%) ke level 8.282,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 46,65 poin (5,19%) ke level 852,30. Sedangkan Indeks Nasdaq merosot hingga 81,69 pouin (5,17%) ke level 1.499,21

Di dalam negeri muncul pula kekhawatiran akan dampak resesi global terhadap Indonesia masih akan membayangi pergerakan pasar dalam jangka pendek.Β  Β 

Investor juga masih melihat efektifitas pengaturan jual beli valas oleh BI. Jika rupiah menguat diharapkan bisa berdampak positif ke lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (12/11/2008) IHSG turun 9,936 poin (0,74%) menjadi 1.326,621.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Pelemahan indeks sebesar 9,9 poin menjadi 1.326 dipicu sentimen negatif melemahnya rupiah karena investor antisipasi terhadap peraturan baru BI tentang valas. Investor masih wait and seeΒ  menunggu sidang G-20 pada 15-16 November mendatang yang diharapkan memberikan solusi terhadap krisis keuangan global. Indeks diperkirakan masih bergerak terbatas di level 1.300-1.350 dengan pilihan saham: PTBA, BBRI, ADRO, PGAS, dan UNSP.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin ditutup melemah -0.74% didorong oleh pergerakan bursa regional Asia yang mengikuti turunnya Dow Jones. Melambatnya perekonomian di AS mulai berdampak pada perusahaan di sektor ritel. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan resesi yang berkepanjangan. Berdasarkan pantauan kami hingga kemarin sore, harga minyak mentah juga masih terus bergerak melemah.

Untuk hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Tekanan pada saham sektor komoditas kami perkirakan masih akan berlanjut. Secara teknikal, IHSG terlihat bergerak dalam pola sideways (mendatar). Minimnya sentimen positif serta kekhawatiran akan dampak resesi global terhadap Indonesia masih akan membayangi pergerakan pasar dalam jangka pendek. Kisaran support-resistance 1.300-1.340.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin kembali bergerak terbatas meski tetap berada dalam teritori negatif. Tipisnya transaksi perdagangan kemarin membuat indeks hanya bergerak sideways dengan rentang sempit 24 poin. Indeks ditutup melemah 9,9 poin ke level 1326,6 seiring pelemahan bursa regional dan diperburuk dengan sentimen negatif dari turunnya harga minyak dunia di bawah level US$ 60/barrel. Kuatnya fundamental emiten Indonesia serta kecilnya turnover di market membuat indeks mampu bertahan dari tekanan sentimen negatif global.

Bursa US kembali membukukan penurunan selama 3 hari berturut-turut di pekan ini, terkait dua sentimen negatif yang menerpa sektor finansial dan consumer goods. Kekhawatiran akan melemahnya daya beli konsumen US membuat beberapa perusahaan consumer based harus memotong outlook kinerja mereka ke depan, seiring penurunan pendapatan pada 3Q08 ini, seperti Best Buy Co., Macy's Inc., Intel Corp., Starbucks Corp. dan Circuit City Stores Inc.

Sentimen negatif lainnya datang dari testimoni MenKeu US Henry Poulson yang menyatakan tidak akan menggunakan sisa dana bailout US$700 miliar untuk membeli aset-aset mortgage bermasalah, dan mengalihkannya ke sektor kredit konsumer yang mulai memperlemah sektor riil di US. Dow -4,7%, S&P500 5,2%, dan Nasdaq -5,1%. Terkait hal ini, Bursa Asia juga dibuka turut melemah pada perdagangan hari ini seiring naiknya Yen Jepang dan sentimen pelemahan bursa US. Nikkei -4,5%, KOSPI -5% dan STI -2,7%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak melemah seiring tekanan sentimen negatif yang cukup kuat pada perdagangan hari ini. Kembali terkoreksinya harga minyak hingga menyentuh level terendah dalam 22 bulan terakhir di level US$55,6/barrel akan menjadi katalis negatif bagi sektor mining dan agri seiring turut melemahnya harga komoditas lainnya. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1287 - 1340 dengan kemungkinan kuat tertembusnya level psikologis 1300. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads