Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Kamis (13/11/2008) IHSG ambruk hingga 78,534 poin (5,92%) menjadi 1.248,087. Saham-saham unggulan turun tajam hingga kepentok auto rejection.
Investor memilih melepas sahamnya dulu karena kondisi pasar global yang makin tak menentu meski sudah ada beberapa dana talangan. Terlebih krisis finansial global ini juga telah memakan korban di industri otomotif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 300 poin ke posisi 11.800 per dolar AS.Β
Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang ketika dihubungi detikFinance, Kamis (13/11/2008) mengatakan pergerakkan rupiah hari ini akan berkisar di level Rp 11.800-12.000/US$.
Setidaknya ada tiga alasan yang membuat rupiah terus melemah hari ini. Pertama adalah meradangnya pasar saham global yang ikut menyeret pelemahan rupiah.
Kedua, adalah permintaan dolar yang tinggi terutama menjelang akhir tahun. Ketiga, adalah tingginya eksposur asing di Indonesia melalui pasar saham dan SUN.
IHSG mengikuti merosotnya bursa saham Asia di sesi siang ini seperti Hang Seng turun 6,63%, KOSPI turun 6,28%, Nikkei turun 5,8%, STI Singapura turun 3,65%, dan Taiwan turun 4,55%. Sedangkan indeks Shanghai masih bisa naik 1,68%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 30.992 kali, dengan volume 2,185 miliar unit saham, senilai Rp 799 miliar. Sebanyak 18 saham naik, 125 saham turun dan 16 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 180 menjadi Rp 1.700, Telkom (TLKM) turun Rp 500 menjadi Rp 5.500, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 375 menjadi Rp 3.425, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 menjadi Rp 5.750 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 9.200.
(ir/qom)











































