Review IHSG: Pukulan untuk Mining

Review IHSG: Pukulan untuk Mining

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2008 17:09 WIB
Review IHSG: Pukulan untuk Mining
Jakarta - IHSG kembali melemah tajam, mengikuti gerak regional. Tanpa sentimen positif, IHSG terus menerus terpuruk dan pada hari ini terutama disebabkan melemahnya sektor pertambangan.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (13/11/2008) IHSG anjlok 66,908 poin (5,04%) menjadi 1.259,713. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 51.259 kali, dengan volume 3,753 miliar unit saham, senilai Rp 1,458 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Indonesia kembali ditutup melemah ke level 1.259,713 (-5,04%).dengan nilai Rp1,4 trilliun. Semua sektor ditutup melemah pada perdagangan hari ini dipimpin oleh sektor mining (-7%).

BUMI masih dilanda auto rejection dalam enam hari berturut-turut. BUMI ditutup di level Rp1.180 dengan trading value Rp626 juta. Investor masih terlihat wait and see akan transparansi pemindahan kepemilikan BUMI dan menunggu harga BUMI stabil (seluruh saham yang terkena marjin telah habis terjual).

Sementara dari sektor perbankan, perdagangan BCIC (Bank Century) disuspen sejak sesi kedua karena adanya rumor bahwa mereka mengalami kegagalan kliring lantaran kesulitan likuiditas.

Pada perdagangan hari ini terpantau 18 saham menguat, 155 saham melemah, dan 36 stagnan. Adapun saham-saham yang merupakan top gainer adalah BTEL +17,54% ke level Rp 67 dan KBRI +12,72% ke level Rp 310.

Sementara dari nilai kurs, nilai rupiah pada pukul 16.00 terpantau menguat ke level Rp11.800/US$. Namun pada perdagangan hari ini, nilai rupiah sempat menyentuh 11.988/US$, terendah sejak 2001. Nilai Rupiah telah terdepresiasi sebesar 7,8% bulan ini (menurut data Bloomberg). Nilai Rupiah yang terus anjok menyebabkan BI memperketat pembelian valas untuk meminimalisir aksi spekulan di pasar valas.

Melemahnya IHSG mengikuti pergerakan bursa regional yang melemah cukup dalam seperti Topix (-4,31%) dan Hang Seng (-5,15%).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads