Energi Mega Persada Lego Blok Kangean

Energi Mega Persada Lego Blok Kangean

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2008 18:26 WIB
Energi Mega Persada Lego Blok Kangean
Jakarta - Perusahaan tambang milik grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menjual kepemilikannya di Blok Kangean Madura. Saat ini Energi sedang mempelajari penawaran dari beberapa institusi.

Energi memiliki 50% saham di kuasa pertambangan Blok Kangean PSC melalui anak-anak usahanya. Sisanya 50% lagi dimiliki konsorsium Mitsubishi Corporation dan Japan Petroleum Exploration Co (JAPEX).

"Kami sedang mempelajari penawaran dari beberapa institusi untuk kemungkinan penjualan aset Kangean tersebut," kata Dirut ENRG, Christian V Ponto dalam siaran persnya, Kamis (13/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kangean PSC adalah aset yang bernilai bagi perusahaan dikarenakan jumlah cadangan migasnya yang sebesar 239 juta barrel of oil equivalent dan potensi positif dari lapangan minyak Sepanjang dan lapangan gas Terang, Sirasun dan Batur.

"Hal-hal ini adalah faktor-faktor penting yang harus diperhatikan dalam penilaian blok Kangean PSC," lanjut Christian.

Dalam rencana penjualan blok Kangean PSC tersebut, menurut Christian, langkah-langkah berikut harus dilalui.

Pertama, harga jual terkait harus merefleksikan nilai dari blok Kangean yang dianggap cukup tinggi oleh perusahaan.

Kedua, harga jual terkait harus cukup menarik sehingga dana hasil penjualan dapat digunakan untuk melunasi seluruh atau sebagian pinjaman perusahaan. Dimana hal ini dapat mengurangi biaya keuangan ENRG secara dramatis.

Ketiga, pembelian dan penjualan aset merupakan bagian dari strategi pengembangan perusahaan bersamaan dengan kegiatan eksplorasi yang terus dilakukan.

Untuk itu lanjut Christian, ENRG terus menindaklanjuti kemungkinan akuisisi atas aset-aset baru yang bernilai kompetitif, berlokasi yang strategis dan memiliki potensi cadangan dan produksi yang menjanjikan di Indonesia.

Christian menjelaskan bahwa manajemen perusahaan akan selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam usahanya untuk menambah nilai bagi para pemegang sahamnya terutama dalam keadaan pasar yang tidak rasionil seperti saat ini.

Saham ENRG di Bursa Efek Indonesia hingga kini masih disuspensi sejak 7 Oktober 2008. Sebelum disuspensi harga saham ENRG ada di level 350 per saham.


(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads