Namun penguatan saham-saham itu terjadi dalam sebuah pergolakan gerakan di kisaran yang sangat lebar. Penguatan saham-saham baru terjadi pada sesi akhir perdagangan.
Pada perdagangan Kamis (13/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tajam hingga 552,59 poin (6,67%) ke level 8.835,25.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga indeks saham utama itu bergerak sangat bergejolak pada kisaran yang sangat lebar. Indeks S&P bergerak pada kisaran hingga 94,32 poin, Dow Jones bergerak di 911,17 poin dan Nasdaq bergerak 168,16 poin.
Saham-saham energi memimpin penguatan indeks, setelah harga minyak pulih dari level terendahnya dalam 2 tahun terakhir. Saham Chevron menguat hingga 12,5%, Exxon naik 9,4%. Saham-saham energi di indeks S&P menguat hingga 11,1%.
Demikian pula saham Intel yang kemarin terpuruk, berbalik arah dengan cepat setelah menguat 6,7% menjadi US$ 14,43 di Nasdaq. Termasuk juga saham-saham teknologi berkapitalisasi besar ikut rebound tajam.
"Berita-berita fundamental saat ini sangat mengerikan. Pasar mengakhiri pukulan melalui level suport yang kita pikir sudah mencapai titik terendah pasar sejak 10 oktober," ujar Phil Orlando, kepala analis pasar Federated Investor seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/11/2008).
Saham General Motors yang sempat rebound kembali turun 4,2%. Sementara Citigroup masih melemah 2%, setelah adanya laporan bahwa direktur tidak senang dengan performa bank tersebut dan kemungkinan akan ada pergantian manajemen.
Perdagangan mulai ramai, dan sudah di atas rata-rata tahun lalu. Perdagangan di New York Stock Exchange mencapai 1,99 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,90 miliar.
Di Nasdaq, sebanyak 3,01 miliar lembar saham ditransaksikan, diatas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,17 miliar.
(qom/qom)











































